Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Ekonomi Banten Masih Banyak Tantangan


SERANG – Bank Indonesia (BI) mengatakan, Provinsi Banten masih menghadapi sejumlah tantangan ekonomi cukup serius yang perlu segera ditangani oleh seluruh pemangku kebijakan seperti tingginya angka kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan sosial.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mengatakan dalam beberapa tahun terakhir perekonomian Banten mampu tumbuh di atas rata-rata nasional, dan memberi kontribusi besar khususnya di sektor manufaktur.

“Namun, perekonomian Banten masih menghadapi sejumlah permasalahan yang juga terjadi di berbagai daerah Indonesia seperti menekan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan. Selain itu, ekonomi Banten juga terus mengoptimalkan beberapa faktor pendukung daya saing menghadapi tantangan untuk ekonomi, seperti infrastruktur fisik dan SDM,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi para rapat koordinasi pengembangan ekonomi daerah Provinsi Banten yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Kantor BI Banten, Kamis (21/12).

Demi menyelesaikan permasalah struktural yang dihadapi di Banten tersebut, BI dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman telah menyepakati enam hal penting yang akan diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang konsisten dan bersinergi.

Keenam kesepakan kebijakan tersebut yakni, pertama mendorong kerja sama pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar pedesaan berupa penyediaan tenaga listrik, sarana dan prasarana fasilitas umum sosial.

Kedua, Mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendukung tumbuhnya sektor ekonomi potensial. Proyek-proyek yang menjadi prioritas di Banten, antara lain jalan Tol Serang-Panimbang, pembangunan pelabuhan wisata, peningkatan konektivitas jalan di Banten bagian selatan, perluasan ruas jalan Bayah-Cibarenok dan Cibaliung-Sumur, dan pengembangan kota-kota baru.

“Ketiga mendorong pembentukan sumber pertumbuhan baru sesuai karakteristik daerah. Contohnya di Banten bagian utara perlu difokuskan untuk memperkuat sektor industri baja, petrokimia, tekstil, alas kaki, dan agroindustri sawit yang saat ini menjadi industri strategis dan kompetitif nasional,” katanya.

Keempat, mendorong pengembangan sektor pariwisata di Banten melalui berbagai kebijakan. Kebijakan-kebijakan tersebut meliputi pengembangan destinasi desa wisata, integrasi dan penguatan branding wisata, penguatan daya tarik budaya dan aset budaya, penguatan kelembagaan Badan Pengelola Pariwisata, dan pengembangan komunitas penyangga daerah wisata.

Kelima mendorong pengembangan sektor pertanian dengan fokus pada upaya untuk meningkatkan nilai tambah hasil produk, yakni memperkuat kelembagaan petani melalui pengembangan corporate/cooperative farming, meningkatkan akses pembiayaan usaha pertanian, mengintensifikasi pertanian, serta meningkatkan efisiensi distribusi logisitik, dan perbaikan tata niaga pangan.

“Keenam, dalam rangka mendorong berkembangnya sektor industri berdaya saing tinggi, perlu memperkuat sisi hukum dan regulasi untuk menciptakan kepastian usaha, sehingga dapat menjaga tingkat investasi di Banten,” pungkasnya. (ismet)