Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Bank Banten Gaet Perinus


SERANG –
Bank Banten menjalin kerja sama dengan PT Perikanan Nusantara (Perinus). Kerja sama dibangun sebagai upaya mengoptimalkan bidang perikanan di Banten yang dinilai sangat potensial. Melalui program itu juga diyakini bisa berdampak positif pada perekonomian nelayan.

Hal tersebut terungkap dalam forum group discussion (FGD) dengan tema 'menggalang sinergi dalam meningkatkan potensi sumber daya kelautan & perikanan Provinsi Banten' di Hotel Horison Ultima Ratu, Kamis (1/2).

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan, diskusi tersebut digelar dalam upaya peningkatan potensi sumber daya kelautan & perikanan di Banten. “Tujuan utama diadakannya FGD ini adalah mencari solusi guna memaksimalkan potens  kelautan dan perikanan Provinsi Banten. Luas laut Indonesia sendiri mencapai dua pertiga dari luas wilayah Republik Indonesia, namun belum mencerminkan kesejahteraan nelayan,” ujarnya.

Ia menuturkan, guna menangkap isu tersebut, pihaknya ingin membantu memberdayakan nelayan melalui kemudahan layanan perbankan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menjalin kerja sama dengan PT Perinus.

“Bank Banten saat ini telah menjalin kerja sama dengan PT Perinus selaku badan usaha milik negara (BUMN) yang salah satu misinya adalah mewujudkan kedaulatan pangan di bidang perikanan. Sebagaimana salah satu misi Bank Banten yakni mendukung program pembangunan untuk pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran masyarakat Banten,” katanya.

Pada 2016, di wilayah Banten terdapat 1.200 Unit Pengolahan Ikan (UPI) dengan mayoritas pengolahan dengan metode pengeringan dan penggaraman. Akan tetapi belum adaUPI dengan kegiatan pembekuan. Dari 1.200 UPI, 1.000 diantaranya belum bersertifikasi, sehingga berpengaruh kepada ketidakseragaman kualitas dan nilai ekonomisnya.

“PT Perinus juga nanti akan membentuk seperti Bulog tapi khusus perikanan. Jadi nanti ikan nelayan Banten akan dibeli dengan harga yang kompetitif. Untuk skema Bank Banten, perahu nelayan yang rusak nanti akan dibiayai perbaikannya. Dengan begitu maka nelayan bisa dengan tenang melaut,” ungkapnya.

Direktur Bank Banten Jaja Jarkasih mengatakan, intervensi yang dilakukannya di sektor perikanan sejalan dengan komitmen Bank Banten yaitu mendorong pertumbuhan UMKM.

“Ekspansi penyaluran kredit UMKM yaitu kredit usaha bangun Banten. Sebagai contoh untuk permodalan, atau pembiayaan cold storagebagi nelayan dapat diberikan kemudahan dengan adanya produk kredit usaha bangunBanten. Selain itu, ada kredit komersial Bank Banten yang dapat membantu pembiayaan,” tuturnya.

Agar FGD bisa komprehensif, Bank Banten juga menghadirkan beberepa narasumber dari PT Perinus, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten dan Kantor Regional I DKI Jakarta dan Banten.

Selanjutnya, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banten, BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Banten serta Asuransi Jasindo. (dewa)