Crime News

Rumah Warga Taman Baru Dibobol

CILEGON - Pembobolan kembali terjadi diwilayah hukum Kota Cilegon. Kali ...

Hukum & Kriminal | Senin, 22 Agustus 2016 | Klik: 23 | Komentar

Baca

Sakit Hati, Kakek 5 Cucu Bunuh Tetangga

News image

Tangsel- Seorang pria berinisial MA (66) tega membunuh tetangganya sendiri, ...

Hukum & Kriminal | Selasa, 9 Agustus 2016 | Klik: 208 | Komentar

Baca

Ibu Sibuk Kerja, Anak Digagahi Ayah Tiri

TANGSEL- Prilaku bejat pria berinisial R (32) ini tak patut ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 3 Agustus 2016 | Klik: 290 | Komentar

Baca


Jalan Merak - Cilegon Macet

MERAK - jalan raya Merak-Cilegon mengalami kemacetan cukup parah. Hal itu terjadi, selain adanya peningkatan volume kendaraan dijalur utama Pelabuhan Penyeberangan Merak, juga diperparah dengan adanya pekerjaan jalan di pertigaan arah pintu tol Merak dan kondisi cuaca hujan yang terus terjadi di Kota Cilegon, sehingga jalanan licin. Berdasarkan pantauan Banten Raya, Jumat (5/7), macet parah terjadi di pertigaan jalan Cilegon - Merak dan Tol Merak akibat pengerjaan proyek perbaikan jalan. Sementara itu, antrean truk juga terjadi di Jalan Cikuasa, Kecamatan Grogol karena terjadi peningkatan volume kendaraan mobil pribadi yang mencapai 45 persen dari hari biasanya.Kepala Bagian (Kbag) Hubungan Masyarakat (Humas) PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak Mario Sardadi Oetomo mengatakan, peningkatan volume kendaraan menjadi penyebab adanya antrean diluar pelabuhan Merak. Sementara itu, jumlah kapal roll on - roll off (roro) yang beroperasi di Pelabuhan Merak sebanyak 26 kapal. "Untuk datanya, trip mencapai 81, penumpang 4.252, kendaraan roda dua 489, roda empat 2.534, bus 310, truk 2.643 kendaraan," kata Mario kepada Banten Raya, Jumat (5/7).

Menurut Mario, meski volume kendaraan mengalami peningkatan, namun pihaknya memastikan tidak akan terjadi antrean yang cukup lama. Hal itu dikarenakan banyaknya jumlah kapal roro yang beroperasi di Pelabuhan Merak. "Semoga, malam ini (kemarin-red) antrean sudah mulai berkurang dan seluruh kendaraan masuk kawasan pelabuhan," terangnya. Sementara itu, Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Fery Cabang Merak Nana Sutisna mengatakan, meningkatnya jumlah kendaraan pribadi tersebut akibat banyak warga yang ingin menikmati awal bulan suci Ramadhan di kampung halamannya di Pulau Sumatera.
"Momen bulan puasa banyak dimanfaatkan masyarakat untuk pulang ke kampung halamannya," katanya

Menurut Nana, terjadinya antrean truk ekspedisi tersebut merupakan imbas meningkatnya volume kendaraan pribadi yang hendak menyeberang ke Pulau Sumatera. Sebab, berdasarkan peraturan yang berlaku penumpang atau kendaraan pribadi lebih diutamakan dibanding truk. "Kendaraan pribadi lebih banyak, sehingga keberangkatan truk tertunda sementara," tuturnya. Dalam hal ini, Nana optimis akan segera mengatasi kemacetan tersebut, sehingga truk ekspedisi bisa melanjutkan perjalannya. "Saya yakin, sore ini (kemarin-red) antrean kendaraan yang cukup panjang itu sudah bisa teratasi," katanya (darjat).

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir