Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 593 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 404 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 508 | Komentar

Baca


Pembuatan Kartu BPJS Terkendala Surat Pengantar


SERANG –
Masyarakat yang ingin memiliki kartu BPJS Kesehatan mengeluhkan sulitnya prosedur yang harus dilalui. Mereka umumnya terkendala karena BPJS Kesehatan mensyaratkan adanya surat keterangan dari Dinas Sosial Kota Serang.

Anggota Komisi II DPRD Kota Serang Tubagus Ridwan Akhmad mengatakan bahwa per pekan ini masyarakat yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan masih belum bisa mendapatlkan kartu karena harus mengantongi surat rekomendasi terlebih dahulu.

Padahal, kartu tersebut hanya tinggal dicetak. Keluhan ini banyak sampai kepadanya, terutama warga yang ada di daerah pemilihannya. “BPJS Kesehatan tidak mau mencetak karena katanya harus ada surat pengantar dari dinas sosial dulu,” kata Ridwan usai rapat paripurna, Kamis (30/3).

Masalah lain, kata Ridwan, belum ada kerja sama yang terjalin antara Dinas Sosial Kota Serang dan BPJS Kesehatan menjadikan masalah ini semakin sulit. Menurutnya bila pembuatan kartu BPJS Kesehatan harus melampirkan surat pengantar, maka Dinas Sosial Kota Serang seharusnya membuat surat pengantar massal yang ditujukan untuk para peserta BPJS Kesehatan sehingga mereka tidak perlu mengajukan surat pengantar satu per satu. “Kami minta dinsos dan BPJS duduk bareng membicarakan masalah ini,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya ada rencana pengurangan jumlah peserta BPJS Kesehatan sebanyak 3.000 orang oleh Dinas Kesehatan Kota Serang. Pengurangan ini berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik sehingga dapat dibenarkan karena pijakannya sudah benar. Meski demikian ia ingin adanya pengurangan ini diiringi dengan adanya ekspansi ke warga miskin lain sehingga kuota 3.000 tadi tidak kosong. “Tadinya kami tolak rencana penghapusan 3.000 itu,” ujarnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Serang Candra Nur Cahyo mengatakan bahwa syarat menyertakan surat rekomendasi dari Dinas Sosisal Kota Serang diberlakukan untuk menyaring masyarakat yang miskin dan mampu. Pasalnya ada juga warga yang mampu tetapi mencoba-coba mendaftrakan diri sebagai warga tidak mampu agar mendapatkan layanan kesehatan gratis. “Ada juga yang mampu tapi coba-coba supaya dibayari pemerintah,” katanya.

Per hari rata-rata warga yang mengajukan kepesertaan BPJS Kesehatan yang berada wilayah tanggung jawab BPJS Kesehatan Cabang Serang mencapai 10 orang. Sementara khusus untuk Kota Serang sekitar 2-3 orang. “Dari Januari sampai sekarang ada 500 orang yang mengajukan dari Kota Serang aja,” ujarnya.

Candra mengatakan bahwa mereka yang diharuskan mendapatkan surat rekomendasi adalah mereka yang belum terdaftar dalam daftar peserta BPJS Kesehatan. Mereka ini adalah warga yang datang ke BPJS Kesehatan dan mengajukan diri dan belum masuk dalam daftar. Sementara yang sudah terdaftar akan langsug diberikan kartu peserta BPJS Kesehatan dan tidak perlu mengurus surat rekomendasi. “Mereka yang membawa rekomendasi dari dinas sosial akan langsung dikasih kartu dan aktif hari itu juga,” tuturnya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir