Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 248 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 271 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 702 | Komentar

Baca


Razia Semakin Diintensifkan


SERANG -
Razia terhadap tempat-tempat hiburan malam di Kota Serang semakin diintensifkan petugas gabungan. Minggu (9/4) dini hari kemarin, petugas gabungan dari Satpol PP, Dinsos, Polres Kota, Kodim dan masyarakat kembali mengamankan 16 wanita hiburan malam dan 7 hidung belang.

Dalam razia itu terungkap bahwa maraknya tempat hiburan malam berkedok restoran atau kafe.Kapolresta Serang AKBP Komarudin mengatakan bahwa persoalan tempat hiburan ilegal itu hanya bisa dilakukan oleh Pemkot Serang. Bagaimanapun para pelaku hiburan malam tersebut tidak memiliki kekuatan hukum yang jelas. "Salah satu jalan, walikota harus berani mengambil sikap tegas mencabut izin yang mereka miliki, baik izin restonya atau izin rumah makannya," katanya.

Menurut Komarudin, Pemkot Serang harus memiliki ketegasan bagi pengusaha yang tidak mengantongi izin dari pemerintah. Dengan begitu, persoalan penyakit masyarakat dampak dari tempat hiburan malam itu dapat diminimalisir.

"Mereka sudah bandel dan menyalahgunakan perizinan dan pemkot harus meratakan tempat-tempat yang jelas tanpa izin. Ini harus segera dilakukan, sebab pada operasi hari Minggu (9/4) ini saja, kita berhasil mengamankan 16 wanita malam dan 7 pria hidung belang," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kota Serang Kota Serang Maman Lutfi mengatakan akan melokalisiasi tempat hiburan malam dan keluar dari wilayah Kota Serang. Sebab Kota Serang tidak pernah memberikan izin bagi pengusaha hiburan malam. "Harusnya dilokalisasi," katanya.

Ketua Gerakan Pengawal Perda Serang Madani (GP2SM), Enting mengklaim persoalan tempat hiburan malam di Kota Serang tidak akan pernah ada habisnya. Jika pemkot Serang dan instansi lainnya hanya melakukan sweeping atau razia dalam penindakannya.

"Ini masalahnya tempat hiburan yang tidak beres, kalau hanya disweeping tidak akan tuntas selama tempat hiburan masih ada. Jadi sekarang tergantung kepada pemerintah. Pemkot Serang kan punya Perda Nomor 2 Tahun 2010, jadi punya kekuatan hukum yang kuat," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Enting, satu-satunya cara untuk membersihkan Kota Serang dari tempat hiburan adalah dengan menertibkan dan menutupnya. Atau menekan para pengelola hiburan malam untuk tidak menyalahgunakan izin usaha yang dikantongi pengusaha tersebut."Tertibkan, tindak tegas tempat yang menjadi tempat maksiat. Kami berharap, ada MoU antara pemerintah daerah bersama pihak terkait untuk mengatasi penyakit masyarakat ini," ujarnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh