Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 368 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 277 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 357 | Komentar

Baca


Tiga PR Suksesor aman


SERANG
– Analisis tata kota di Kota Serang yang masih semrawut terus menguat. Setidaknya, ada tiga poin dari bagian tata kota yang harus dibenahi oleh Walikota Serang kedepan menggantikan Tb Haerul Jaman.

Demikian dikatakan pengamat tata kota dari Unsera Dita Setyo Rini kepada Banten Raya, Senin (10/4). “Tata kota memang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) pemimpin Kota Serang ke depan. Harus ada agenda dan pemetaan yang rapi untuk membenahi tata kota,” ujar alumni S2 jurusan perencanaan wilayah dan kota Universitas Indonesia (UI).

Dosen teknik sipil Unsera ini menuturkan, setidaknya ada tiga poin unsur tata kota yang harus menjadi perhatian Walikota Serang ke depan, yang kini kondisinya masih semrawut. Unsur pertama adalah penataan pedagang kaki lima (PKL) yang masih kurang sehingga beberapa titik terkesan kumuh. Unsur kedua adalah masalah angkutan massal, di mana belum semua tempat mampu dijangkau layaknya sebuah ibukota. “PKL-PKL belum tertata dengan rapi, trayek juga sepertinya harus dikaji lebih dalam karena sebagai ibukota maka sekarang berbicaranya kemana saja bisa pakai angkot,” katanya.

Kemudian unsur ketiga, masih minimnya ruang terbuka hijau (RTH), Pemkot Serang juga belum bisa memaksimalkan fasilitas umum yang dimilikinya. Dita pun mengkritisi ketidakserius pemkot soal penataan Taman Sari, yang sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai RTH. “Kalau RTH Kota Serang masih butuh banyak, PR kita banyak dan salah satunya RTH.

Saya pikir kalau dikelola dengan baik Taman Sari bisa jadi potensi untuk RTH karena lokasinya startegis dekat dengan stasiun. Akibatnya, kadang-kadang kita jadi lupa bahwa di dekat stasiun itu ada taman. Potensi wisatanya ada karena itu pemandangan pertama yang dilihat orang luar yang datang ke Kota Serang lewat jalur keret,” ungkapnya.

Dita berharap, pemimpin Kota Serang ke depan bisa benar-benar fokus dalam membenahi tata kota. Sebagai ibukota sebuah provinsi harus seharusnya mampu memberikan kenyamanan dari segala aspek karena menjadi jalur perlintasan. “Kalau tata kotanya baik maka masyarakat pun akan nyaman. Sebagai ibukota pula, Kota Serang sudah tentu akan disambangi oleh warga dari luar Kota Serang, tentunya pemerintah harus malu ketika mereka merasa tidak nyaman,” tuturnya.

Sebelumnya sejumlah pihak pun memiliki pandangan sama di mana masalah utama Kota Serang dan menjadi PR bagi walikota baru adalah soal tata kota. Salah satu penilaian itu disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Serang, Enjat Sudrajat.

Ia menuturkan, permasalahan Kota Serang sama seperti Jakarta 20 tahun yang lalu atau Tangerang pada zaman 90an. Untuk mengubah daerah itu seperti sekarang diperlukan pemimpin yang berani dan dalam menata kota.

“Saat ini Kota Serang datar-datar saja tidak ada terobosan. Kemacetan, kesemrawutan, pola pembangunan yang tidak tertata rapi, di mana pemukiman, kantor, dan taman kota. Kota Serang juga terancam banjir sekarang kalau tata kotanya tidak dibenahi,” pungkasnya. (mg-dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir