Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 593 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 404 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 508 | Komentar

Baca


Proyek Kios Taman Sari Ilegal


SERANG -
Pembangunan kios-kios semi permanen pedagang kaki lima (PKL) di area Taman Sari, di Lingkungan Royal, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang dinilai ilegal. Sebab, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Serang tak pernah memberikan rekomendasi atau izin.

Kepala Disperindagkop Kota Serang Ahmad Banbela mengatakan, pembangunan kios-kios di Taman Sari yang dilakukan oleh pedagang tersebut tanpa sepengetahuan pihaknya maupun intansi terkait lainnya. Diduga, pembangunan itu atas inisiatif pedagang.

"Tidak ada SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah-red) atau OPD (Organisasi Perangkat Daerah-red) yang berinisiatif mengizinkan atau membolehkan untuk melakukan penataan di Taman Sari," katanya kepada Banten Raya melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (11/4).

Menurut Banbela, sesuai dengan intruksi walikota Serang, area luar di Taman Sari tidak diperbolehkan digunakan oleh pedagang. Pemkot Serang hanya mengizinkan pedagang untuk memanfaatkan area dalam Taman Sari saja. "Jika pedagang ikan itu ingin memanfaatkan Taman Sari dipersilahkan masuk ke dalam sampai ada kejelasan peruntukan Taman Sari," ujarnya.

Banbela menyatakan, pihaknya akan menindaklanjutinya dan akan menghentikan pembangunan kios semi permanen yang dilakukan oleh pedagang tersebut. "Saya kurang tau, pak walikota dalam rapat evaluasi memerintahkan Satpol PP, kemudian dinas terkait seperti perdagangan segera menghentikan pembangunan itu," ungkapnya.

Banbela menambahkan, hingga saat ini pihaknya maupun intansi terkait lainnya belum mengetahui pedagang itu mendapatkan rekomendasi dari mana. "Saya kurang tau siapa penatanya, pembangunan itu ilegal. Dalam waktu dekat kita hentikan. Tapi sebelumnya kita akan panggil siapa koordinator pembangunannya tersebut," tambahnya.

Salah satu pedagang, Asep membantah adanya koordinator penataan tersebut. Sebab penataan itu atas inisiatif pedagang yang berada di sebelah kanan jalan. Sedangkan pedagang di sebelah kiri jalan rencananya akan dipindah ke area dalam Taman Sari."Sebenarnya kita juga protes, khususnya pedagang yang ada di sebelah kiri jalan. Karena kita dipindah ke sana, tapi kondisinya tidak strategis dan tidak tertata dengan baik," kata pedagang ikan hias ini. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir