Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 112 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 142 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 142 | Komentar

Baca


Kios PKL Taman Sari Segera Dibongkar


SERANG
– Satpol PP Kota Serang sudah mendapatkan perintah dari Walikota Serang untuk membongkar kios yang dibangun pedagang Taman Sari yang dinilai melanggar aturan. Meski demikian Satpol PP baru akan bergerak bila sudah ada surat perintah dari Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang. “Kata Pak Wali harus koordinasi dengan Disperindag,” ujar Kepala Satpol PP Kota Serang Maman Luthfi, Kamis (20/4).

Maman mengungkapkan bahwa beberapa pekan yang lalu ia mendapati ada surat edaran dari Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang untuk pedagang Taman Sari. Isi surat itu adalah pedagang diminta menempati area dalam Taman Sari.

Isi surat itu senanda dengan keinginan Walikota Serang yang disampaikan kepadanya bahwa pedagang sebaiknya menggunakan awning yang ada di dalam yang sudah dibangun Pemkot Serang untuk dipergunakan sebagai lokasi berjualan.

Sayangnya yang terjadi pedagang malah membangun kios baru yang menghadap jalan. Selain itu ada perobohan pagar Taman Sari yang merupakan aset milik Pemkot Serang. Maman yakin ada komuniasi yang salah di antara pedagang dan pengurus Taman Sari sehingga para pedagang membangun kios baru menghadap jalan. Sebab berdasarkan keterangan pedagang mereka sebelum pembangunan sudah diberi jatah 4X3 meter untuk lokasi kios bagi setiap pedagang. “Saya yakin itu karena miskomunikasi,” ujarnya.

Maman mengungkapkan bahwa Satpol PP hanya akan menertibkan para pedagang yang berjualan di atas trotoar terlebih di atas saluran irigasi. Penertiban akan dilakukan dari mulai lokasi Rumah Sakit Kencana sampai dengan Taman Sari. Meski demikian penertiban kemungkinan baru akan dilakukan setelah Lebaran atas dasar permintaan dari para pedagang. “Ada perwakilan pedagang yang minta ada dispensasi sampai Lebaran baru mereka mau pindah,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang Akhmad Benbela mengatakan bahwa urusan membongkar pedagang kaki lima adalah persoalan mudah semudah membalikkan telapak tangan.

Karena yang lebih penting dari itu adalah ke mana Pemkot Serang akan menempatkan para pedagang itu. Pemkot Serang tidak boleh membongkar pedagang tanpa sebelumnya mempersiapkan lokasi berjualan untuk para pedagang. “Maka tempatnya dulu hareus disiapkan,” tuturnya.

Benbela menyatakan bahwa para pedagang Taman Sari seharusnya pindah ke dalam Taman Sari dan menggunakan awning yang ada, sesuai dengan surat yang dilayangkan Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Serang.

Ditanya kapan akan membuat surat pengajuan penertiban ke Satpol PP ia menyatakan akan melihat situasnya dahulu. “Kita lihat saja nanti apakah diperlukan atau tidak adanya surat pembongkaran itu,” ujarnya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir