Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 849 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 568 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 693 | Komentar

Baca


Jumat, Kios PKL Taman Sari Dibongkar


SERANG
- Belasan lapak semi permanen milik Pedagang Kaki Lima (PKL) di luar area Taman Sari, akan dibongkar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang pada Jumat (12/5). Pembongkaran itu dilakukan lantaran pedagang tak memiliki izin mendirikan bangunan di area tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Serang Ahmad Banbela mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat teguran kepada PKL pada Jumat (5/5) lalu. Disperindagkop memberi batas waktu kepada PKL untuk melakukan pembongkaran sendiri hingga Jumat (12/5).

"Setelah surat itu kita sampaikan, mereka kita beri waktu seminggu untuk melakukan pembongkaran sendiri. Jika tidak dibongkar juga maka kita yang akan melakukan pembongkaran paksa," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Selain dibongkar, menurut Banbela, para PKL itu juga rencananya akan direlokasi ke dalam area Taman Sari untuk sementara waktu dan tidak akan dipungut biaya oleh pemerintah. Hingga Pemkot Serang melakukan revitalisasi di lokasi tersebut. "Di sana kan ada lapak pedagang batu akik silakan mereka gunakan. Tapi mereka tidak kami izinkan untuk mendirikan bangunan di luar area Taman Sari," ujarnya.

Meski bangunan semi permanen yang dibangun oleh pedagang akan dibongkar, kata Banbela, Pemkot Serang tak akan memberikan kompensasi atau ganti rugi dalam bentuk apapun. Sebab pemerintah tak pernah memberikan izin mendirikan bangunan di sana."Nggak ada ganti rugi, mereka tanpa izin mendirikan bangunan di sana. Jadi tidak ada istilah ganti rugi," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang Maman Lutfi mengatakan, sesuai instruksi walikota Serang Tubagus Haerul Jaman, belasan pedagang di area Taman Sari itu harus dibongkar. Namun selama ini pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Disperindagkop. "Walikota memang sudah memerintahkan. Namun kita juga harus melakukan koordinasi dengan Disperindagkop terlebih dahulu," katanya.

Selain area Taman Sari, Maman menambahkan, pihaknya juga akan menertibkan para pedagang yang berjualan di atas trotoar terlebih di atas saluran irigasi. Penertiban akan dilakukan dari mulai lokasi Rumah Sakit Kencana sampai dengan Taman Sari. "Ini sudah menjadi program rutin kita. Sesuai Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang K3. Apalagi keberadaan bangunan dan PKL itu menjadi penyebab kemacetan," tambahnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir