Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 495 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 611 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 489 | Komentar

Baca


Sepekan, Dua Rumah Janda Ambruk


SERANG -
Dalam sepekan ini dua rumah tak layak huni di Kecamatan Kasemen, ambruk. Senin (15/5) lalu, rumah milik Ilik Nursadah (40), janda anak satu di Kampung Jamblang, Kelurahan Sawah Luhu. Kali ini, rumah Mutiah (70), warga Kampung Samblang, Kelurahan Terumbu, yang ambruk.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, ambruknya rumah janda tua yang memiliki enam orang anak itu terjadi pada Minggu (14/5) pukul 02.00 WIB. Beruntung, ambruknya rumah berkontruksi bata dan kayu yang berusia puluhan tahun ini tidak memakan korban jiwa. Diduga, ambruknya bangunan itu bukan karena diterpa angin kencang maupun hujan deras.

Tapi karena konstruksinya lapuk. Sebab, saat kejadian kondisi cuaca di Kota Serang sedang baik. Mutiah mengatakan, rumahnya memang tidak layak huni dan masih berlantai tanah. Selain itu, konstruksi rumahnya juga lapuk termakan usia, karena tak pernah diperbaiki hingga puluhan tahun. Maklum, rumah tersebut peninggalan dari suaminya yang sudah lama tiada.

"Memang rumah saya terbuat dari bahan bangunan yang lama, bahannya juga masih mentah, ditambah lagi sudah puluhan tahun tidak pernah direnovasi," katanya kepada Banten Raya, kemarin. Saat kejadian, Mutiah mengaku cukup beruntung, sebab sebelum rumah itu roboh terlebih dahulu terdengar suara retakan atap rumah.

Bahkan warga sekitar sempat mendengar suara tersebut dan meminta dirinya untuk keluar dari rumah itu. "Setelah saya keluar, tidak lama kemudian rumahnya langsung ambruk. Alhamdulillah saya masih bisa selamat," ujarnya. Mutiah menjelaskan, untuk sementara ini dirinya akan tinggal bersama anaknya yang tinggal di sebelah rumahnya.

Kondisi ini juga membuatnya bingung. Sebab dirinya tidak bisa memperbaiki rumahnya yang sudah roboh tersebut. "Kalau anak paling bantu-bantu buat makan sehari-hari saja. Mudah-mudahan ada pihak terkait ada yang bisa bantu untuk perbaikan rumah," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Terumbu Muhammad Aeni mengatakan, pihaknya baru mengetahui adanya kejadian rumah ambruk tersebut, karena pada saat itu libur dan dirinya sedang tidak ada di tempat. "Saya belum ada konfirmasi, bahkan pihak RT pun belum memberikan informasi terkait kejadian tersebut," katanya.

Meski begitu, Aeni berjanji akan membantu proses bantuan terhadap pemilik rumah ambruk tersebut dan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial maupun intansi terkait yang lainnya. "Saya akan coba bantu berbicara ke Dinas Sosial akan tetapi mereka juga harus paham bila ambruknya akibat keadaannya rumahnya yang sudah rapuh kemungkinan hanya mendapat sembako, tapi saya coba akan ajukan pembenahan," ujarnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh