Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 241 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 264 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 698 | Komentar

Baca


OPD Ditenggat Tujuh Hari


SERANG -
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Serang belum menindaklanjuti permohonan informasi publik. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang memberikan waktu atau menenggat 7 hari kepada OPD tersebut agar permohonan informasi publik itu bisa jadi sengketa informasi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang Hamsin Syarbini mengakui, memang terdapat OPD yang belum menindaklanjuti pengaduan informasi. Sementara Diskominfo juga tidak dapat menindaklanjuti pengaduan tersebut karena belum menerima pelimpahan kewenangan dari OPD yang bersangkutan.

Ia khawatir bila belum ada pelimpahan langkah yang dilakukan Diskominfo akan salah. "Kecuali ada pernyataan tegas dari OPD," kata Hamsin saat coffee morning bersama wartawan yang tergabung dalam Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang, di salah satu kafe di Kota Serang, Selasa (16/5).

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Diseminasi Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Serang Wiwi Laras Wijayanti, Kepala Seksi Diseminasi Media Cetak Diskominfo Kota Serang Prasetya Erlangga, dan Ketua PWKS Andy Suhandi.

Untuk mengantisipasi keterlambatan tindaklanjut pengaduan, ia sebagai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Kota Serang memberikan waktu tujuh hari ke OPD untuk menindaklanjuti pengaduan. Di setiap OPD terdapat PPID Pembantu yang dijabat oleh kepala bidang.

Ia berharap, permohonan informasi segera ditindaklanjuti OPD agar tidak menimbulkan sengketa informasi. “Karena kalau lewat dari 13 hari akan terjadi sengketa informasi," tutur Hamsin.Hamsin menyatakan bahwa pengaduan informasi yang masuk rata-rata ditujukan ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Serang, yang memiliki banyak urusan.

OPD tersebut, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi Usaha Kecil Menengah.

Permohonan informasi tersebut ada yang ditujukan ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), namun ada juga yang langsung ke OPD yang bersangkutan. "Berdasarkan ketentuan, kami punya waktu 13 hari untuk menindaklanjuti pengaduan itu," ujarnya.

Dikatakan Hamsin, sejak awal 2017 lalu hingga pertengahan Mei ini, Pemkot Serang menerima 15 pengaduan terkait permintaan informasi publik. Dari 15 pengaduan yang masuk, 50 persen di antaranya sudah ditindaklanjuti.

Sesuai Pasal 17 Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, lanjut Hamsin, terdapat klasifikasi informasi yang dimiliki pemerintah daerah. Ada informasi berkala, serta merta, dan informasi setiap saat. "Meski demikian ada juga informasi yang dikecualikan dan tidak bisa didapatkan oleh pemohon,” tegasnya.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kota Serang Wiwi Laras Wijayanti mengatakan bahwa untuk lebih menjangkau masyarakat kalangan yang lebih bawah dinas komunikasi dan informatika akan menggalakkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

KIM adalah suatu lembaga layanan publik yang dibentuk dan dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat yang secara khusus berorentasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan. "KIM akan menyampaikan informasi yang terintegrasi dari pemerintah pusat dan progres pembangunan di Kota Serang," ujar Wiwi. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh