Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 600 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 411 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 516 | Komentar

Baca


Bawang Impor Disiapkan


SERANG
- Pemerintah akan mengimpor bawang putih menjelang Ramadan tahun ini. Opsi impor terpaksa dipilih jika harga bawang putih melonjak naik. Harga komoditas bawang putih di beberapa daerah di Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten Babar Suharso saat mendampingi Ketua Tim Pengkajian Watimpres, Iskandar Andi Nuhung meninjau Pasar Induk Rau, Kota Serang, Kamis (17/5).

Babar menyatakan bahwa bawang impor tersebut disiapkan pemerintah untuk menekan harga bawah putih. "Pemerintah melalui Bulog sudah mempersiapkan bawang putih impor. Memang kondisi ini terjadi di semua daerah di Indonesia," ujarnya.

Kenaikan yang cukup signifikan, lanjut Babar, yaitu bawang putih mencapai Rp50 ribu per kilogram (kg). Sedangkan komoditas lainnya masih terbilang standar."Untuk di Banten sendiri harganya (bawang putih_red) variatif, mulai dari Rp35 ribu hingga Rp50 ribu," tandasnya.

Babar menegaskan, dari hasil pemantauannya di beberapa wilayah di Banten, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Namun, kata Babar, ada juga yang mengalami penurunan jelang Ramadan ini. "Ada beberapa yang mengalami kenaikan seperti telur, daging ayam dan bawang putih. Tapi beberapa komoditas lain malah turun," katanya.

Meski ada beberapa sembako yang mengalami kenaikan, Babar menegaskan, sampai saat ini Pemerintah Provinsi Banten belum akan melakukan operasi pasar (OP). Namun, pihaknya akan menggelar OP murah di semua wilayah di wilayah Banten memasuki bulan Ramadan. "Kita tidak akan melakukan operasi pasar. Tapi kita sudah jadwalkan akan ada pasar murah di bulan Ramadan," tegasnya.

Sementara itu, Iskandar Andi Nuhung mengatakan, kenaikan harga menjelang Ramadan ini merupakan hal yang biasa setiap tahunnya dan tidak menjadi persoalan. Sebab, kenaikan harga masih mengikuti kaidah-kaidah ekonomi."Kita melihat memang harga ini mengikuti pola permintaan dan suplay, atau mengikuti kaidah-kaidah ekonomi," katanya.

Dalam persoalan ini, Andi mengungkapkan, harus ada peran pemerintah guna menstabilkan harga komoditi kebutuhan masyarakat. Jangan sampai kenaikan harga ini, hanya menguntungkan sebelah pihak saja.
"Distribursi margin harus proporsional, petani harus diperhatikan, jangan hanya dinikmati distributor dan memberatkan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Andi mengungkapkan, kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri ini masih bisa diatasi oleh pemerintah. Salah satunya dengan menyediakan stok pangan apabila sejumlah komoditi mulai mengalami kelangkaan dan kebutuhan masyarakat meningkat."Dalam batas-batas yang bisa diatasi. Pemerintah harus mempersiapkan stok pangan, ketika dipasar kurang pemerintah harus bisa suplay agar harga stabil," ungkapnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir