Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 377 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 479 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 380 | Komentar

Baca


Semrawut, Pemprov Bakal Sediakan Pojok Spanduk


SERANG
– Pemprov Banten berencana membangun pojok spanduk di sejumlah titik di Kota Serang. Hal itu dilakukan karena saat ini pemasangan spanduk dinilai cukup semrawut sehingga menganggu keindahan Ibukota Provinsi Banten tersebut.

Kepala Satpol PP Provinsi Banten M Basri mengatakan, sesuai dengan fungsinya Satpol PP berperan sebagai penegak produk hukum daerah yang dalam hal ini adalah Peraturan Daerah (Perda). Adapun fokus penegakan perda pihaknya saat ini adalah soal penertiban spanduk.

“Yang kini sedang kami fokuskan copot spanduk saja yang salah penempatan. Pokoknya yang ada di ruas jalan (yang menjadi kewenangan) provinsi kami tertibkan. Sejak pekan lalu sudah ada empat mobil atau sekitar 400 spanduk dan baligho tak berizin dan yang merusak pemandangan kami tertibkan,” ujarnya.

Mantan Staf Ahli Gubernur Banten itu menuturkan, selain melakukan penertiban pihaknya juga berencana untuk memasang pojok spanduk. Nantinya, pojok tersebut dikhususkan untuk pemasangan spanduk daan alat sosialisasi sejenis. “Instruksi Pak Gubernur (Wahidin Halim_red) karena beliau merasa spanduk sudah merusak keindahan. Kita ambil contoh saja di akses Gerbang Tol Serang Timur dan Palima, spanduk sudah semrawut. Makannya kita akan sediakan pojok spanduk supaya tertib, nggak boleh masang sembarangan lagi,” katanya.

Ketika sudah tersedia, kata dia, pihaknya tak segan untuk penertibkan spanduk dan alat sosialisasi sejenis yang berada di luar pojok spanduk. Dalam penertiban, Satpol PP tak pandang bulu atau pilih kasih. "Gambar siapapun itu spanduknya, kalau menyalahi aturan dan merusak lingkungan seperti ditempel dan digantung di pohon-pohon, akan kami tertibkan," ungkapnya.

Sebagai manusia dan aparatur pemerintah Basri mengaku dirinya merasa malu, dengan kondisi Kota Serang yang ramai dengan spanduk dan baliho. Terlebih dari hasil penertiban tak sedikit yang tak memiliki izin.

"Di kita ini memang mirip seperti Kota Spanduk sekarang. Harusnya semua pihak, siapapun itu tahu diri dan sadar, kalau spanduk dan baliho yang harus dipasang sesuai dengan ketentuan. Sepertinya penertiban yang kami lakukan ibarat mati satu tumbuh seribu.

Jadi kita ini dikenal oleh masyarakat luar ibukota sejuta spanduk," tuturnya.Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Banten Wahidin Halim memang kerap mengkritisi banyaknya spanduk dan alat sosialisasi sejenis yang dipasang di sembarang tempat.

"Saya minta Satpol PP menegakan perda dan mengawal semua kebijakan kepala daerah. Saya minta spanduk dan baligho dicopot, apalagi banyak spanduk-spanduk tidak jelas di kawasan Palima. Saya minta segera dicopot," pungkasnya. (dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh