Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 370 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 472 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 376 | Komentar

Baca


Rencana Pembongkaran Ditentang PKL


SERANG -
Ancaman pembongkaran lapak di Jalan Saleh Baimin hingga Taman Sari oleh Pemkot Serang mendapatkan protes Pedagang Kaki Lima (PKL). Pasalnya, mereka setiap hari selalu membayar retrisbusi.

Koordinator PKL, Wawan Jawa mengaku Pemkot Serang terlalu arogan. Padahal, selama ini PKL juga berkontribusi memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setiap harinya, ratusan PKL di wilayah itu membayar retribusi kepada pemerintah.

"Retribusi pertama itu untuk kebersihan sebesar Rp1.000, kemudian retribusi salar PKL nominalnya sama Rp1.000, kita ini memberikan PAD, jadi keberadaan kami juga diakui," katanya kepada Banten Raya disela-sela pembongkaran, kemarin.

Menurut Wawan, jika pemkot tetap memaksakan pembongkaran, pedagang minta kejelasan terkait lokasi baru yang nantinya ditempati PKL. Jangan sampai, pasca pembongkaran banyak PKL yang terbengkalai."Kami minta penjelasan terkait lokasi pemindahan untuk kami berdagang. Bila belum ada kejelasan kami minta diberi waktu untuk tetap berdagang agar kami bisa tenang berdagang," ujarnya.

Selain itu, Wawan juga berharap Pemkot Serang tidak melakukan tebang pilih dalam pembongkaran lapak PKL. Jika tebang pilih hal itu akan menyebabkan terjadinya gejolak di sesama pedagang. "Harus adil, termasuk lapak pedagang ikan yang baru juga harus dibongkar jika kami tetap digusur," tandasnya.

Wawan menegaskan, pada dasarnya PKL mendukung upaya pemerintah untuk menata wilayah Taman Sari. Namun, penataan itu harus diikuti dengan upaya pemerintah merangkul semua pedagang yang akan direlokasi. "Misalnya untuk lapak yang sebelah kanan ini silahkan dibongkar dan dijadikan taman, kemudian pedagang yang di Stadion direlokasi ke Kepandean, itu kami dukung karena demi kebaikan bersama," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Serang Maman Luthfi membenarkan adanya penertiban pedagang-pedagang yang berjualan di saluran irigasi sepanjang Rumah Sakit Kencana sampai Taman Sari. Seluruh pedagang akan dikumpulkan dan disatukan bersama dengan pedagang lain di Taman Sari. "Hasil rapa koordinasi linta organisasi daerah, pada hari Rabu ini dilakukan penertiban PKL di sepanjang jalan Saleh Baimin hingga Taman Sari," katanya.

Maman mengungkapkan, para pedagang diminta untuk melakukan pembongkaran lapaknya sendiri hingga batas waktu yang sudah ditentukan. Jika tidak dilakukan maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas. "Jika tidak dibongkar hingga tanggal 14 Juli mendatang maka akan dilakukan pembongkaran secara paksa," tegasnya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh