Crime News

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 53 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 87 | Komentar

Baca

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 985 | Komentar

Baca


Pelayanan Disdukcapil Dikeluhkan


Pelayanan
dasar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang dikeluhkan. Salah satunya dialami Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten Iip Syafrudin.Selain ruang pelayanan yang sempit dan membuat gerah ia menilai perlu ada pengaturan sehingga warga tidak kelelahan.

Iip mengaku sejak bulan puasa Ramadan lalu mengurus surat pindah dari Kota Serang ke Kabupaten Serang. Namun, tiga kali datang ke kantor Disdukcapil Kota Serang dan sebanyak itu pula ia mengurngkan niat. Pasalnya, suasana ruangan pelayanan membuatnya tidak nyaman. Membludaknya warga dan sempitnya ruangan membuat udara pengap dan gerah.

Yang membuatnya miris anak-anak yang diajak orang tua mereka mengurus dokumen kependudukan kerap menangis karena menunggu di ruang yang panas. “Dari bulan puasa sampai kemarin susana di sana sama persis. Sempit. Gerah. Keringetan,” kata Iip, Kamis (13/7).

Dengan ruang pelayanan semacam ini ia berpikir tidak akan ada warga yang mau mengurus dokumen kependudukan kecuali bisa sudah sangat mendesak. Karena itu ia meminta ada perbaikan pada pelayanan dasar semacam ini. “Sementara visi misi Kota Serang yang melangit tapi urusan pelayanan dasar saja tidak maksimal,” katanya.

Iip mengatakan bahwa dari pengalamannya melihat sekilas pelayanan itu hendaknya ada evaluasi dan perbaikan pelayanan. Setidaknya perlu dibuat sekat antara satu pelayanan dengan pelayanan lain sehingga masing-masing warga yang berbeda kepentingan dapat diatur dan tertib. Selain itu perlu ada petugas yang mengatur dan memberikan arahan sehingga warga bisa terlayani dengan baik. “Jadi nanti warga yang mau bikin KTP, misalnya, jelas duduk di sini sehingga tidak tumplek blek kayak ikan pindang,” katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk pada Disdukcapil Kota Serang Iis Nurbaeni mengakui belum maksimalnya pelayanan yang ada. Meski demikian sejumlah usaha perbaikan pelayanan sudah dan akan terus dilakukan.

Ia memberi contoh semula pelayanan dilakukan di gedung bagian depan. Karena pelayanan ingin lebih banyak seperti di bank, maka dibuat ruangan khusus pelayanan yang dilengkapi pendingin ruangan.
Agar warga tertib, pihaknya juga pernah memberlakukan nomor antrean yang dibagikan setiap pagi hari. Sayang ada oknum warga yang pagi-pagi mengambil kartu antrean sampai 300 nomor dan menjadi calo untuk mendapatkan keuntungan dari nomor antrean.

Sementara ketika petugas memanggil nomor antrean itu tidak ada warga yang datang. Nomor antrean yang digunakan menggunakan komputer lalu kemudian tidak dapat diteruskan karena komputer sering rusak. “Kami coba menggunakan kertas yang dilaminating tapi pada hilang. Akhirnya kami pake tulis tangan,” katanya.

Terkait petugas yang diminta mengatur dan memberi arahan, ia mengatakan bahwa selama ini Disdukcapil Kota Serang kekurangan tenaga. Petugas yang saat ini melayani pun merupakan tenaga honorer. Padahal seharusnya aparatur sipil negara. Disdukcapil sudah berusaha meminta tambahan pegawai ke BKD tetapi sampai saat ini belum direalisasikan.

“Kami terus mencoba pelayanan yang lebih baik. Tidak mungkin kami juga mau begini terus,” katanya seraya mengungkapkan bahwa mulai pekan depan pelayanan dokumen kependudukan rencananya akan dikembalikan lagi ke ruang depan gedung Kantor Bersama Kota Serang. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir