Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 143 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 182 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 632 | Komentar

Baca


ASN Pemprov Wajib Salat Zuhur Berjamaah


SERANG
– Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Banten di lingkungan KP3B untuk salat zuhur berjamaah di setiap hari kerja. Hal itu terungkap dalam surat edaran (SE) Gubernur Banten nomor 800/2539-BKD/2017 perihal pelaksanaan salat berjamaah apel gabungan serta apel kesadaran nasional.

Dalam SE dijelaskan, kebijakan tersebut merupakan upaya dalam rangka implementasi visi Pemprov Banten yaitu Banten yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera dan berakhlakul karimah. Kemudian juga dalam upaya peningkatan integritas aparatur di lingkungan Pemprov Banten.

Kemudian, terdapat beberapa poin penekanan yaitu pertama bagi ASN yang berkantor di lingkungan KP3B, pada setiap hari kerja agar melaksanakan salat zuhur berjamaah di Masjid Raya Al Bantani. Kedua, mengikuti apel gabungan pada Senin di minggu pertama setiap tahunnya. “Kecuali pegawai yang melaksanakan tugas pelayanan umum dan tenaga pendidik,” isi kutipan SE tersebut.

Poin selanjutnya, mengikuti apel pagi instansional pada Senin di minggu kedua, ketiga dan seterusnya setiap bulannya di masing-masing OPD. Selain itu, setiap Jumat, ASN pun diwajibkan menggunakan pakaian muslim.

Untuk laki-laki menggunakan pakaian muslim, celana warna gelap, dan peci hitam. Sedangkan wanita baju muslimah, celana atau rok warna gelap, kerudung yang senada dengan baju. Untuk pegawai nonmuslim dan wanita hamil dalam surat tersebut diminta untuk menyesuaikan.

WH mengatakan, kebijakan itu dikeluarkan karena dirinya ingin memakmurkan masjid. Untuk itu, dia pun memajukan jam istrirahat ASN yaitu pada 11.30 WIB atau 30 menit lebih awal dari biasanya.  “Saya dapat SMS dari salah seorang ulama, yang bilang kepada saya, bagaimana caranya agar memakmurkan masjid,” ujarnya.

Mantan Camat Tigaraksa, Kabupaten Tangerang itu yakin kebijakannya bisa diikuti dan dijalankan dengan baik. “Dulu, saya di Al Adzom (Masjid Raya Pemkot Tangerang saat WH menjabat sebagai Walikota Tangerang selama 2 periode) juga begitu. Alhamdulillah gerakan itu berhasil,” katanya.

Terkait aturan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Deden Apriandhi Hartawa mengaku sangat mendukung. Menurutnya, hal itu akan berdampak positif pada kekompakan ASN Pemprov Banten. “Sangat baik dan saya mendukung itu. Membentuk kepribadian ASN yang lebih religius,” akunya.

Selain kebijakan mewajibkan ASN untuk salat zuhur berjamaah, dia juga mengapresiasi pemberlakukan norma atau peraturan tak tertulis yang diberlakukan WH saat digelar rapat denganya. Penerapan budaya disiplin itu diharapkan mampu menjadi energi positif dalam meningkatkan kinerja ASN. Terlebih, Banten sedang melakukan proses percepatan pembangunan.

“Konsentrasi bisa memengaruhi keputusan yang baik. Mendisplinkan pegawai dengan cara yang tak lazim, tapi cukup bisa diterima,” tutur mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Banten ini.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu WH membuat peraturan yang belaku selama berjalannya rapat. Pertama, pejabat akan didenda jika telepon genggamnya berbunyi dengan nominal Rp 50.000 hingga Rp 150.000.

Kedua, mereka yang terlambat harus menerima hukuman bernyanyi sambil memohon maaf. Terakhir, yang kedapatan tidur saat rapat dimauskan dalam kategori pelanggaran berat dan hukumannya akan dipertimbangkan kemudian. (dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh