Crime News

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 53 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 87 | Komentar

Baca

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 985 | Komentar

Baca


Harta Milik Terpidana Mati Kasus Narkoba Disita


SERANG
– Sanksi untuk Muhamad Adam,  terpidana mati kasus penyelundupan narkoba jenis sabu rupanya tidak berhenti sampai vonis hukuman mati.  Harta milik nya pun disita oleh negara.Hal tersebut terungkap setelah Adam kembali menjalani sidang atas kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan penjualan sabu hari ini di Pengadilan Negeri Serang,  Kamis (13/7).

Jaksa Penuntut Umum Putri Ayu Wulandari menjelaskan,  sejumlah harta yang disita yaitu berupa dua unit Toyota Fortuner dan satu unit Mitsubishi Pajero telah disita negara. Juga uang Rp 554.400.000 di rekening terdakwa.

Dalam sidang itu, majelis hakim yang diketuai oleh Sumantono menjatuhkan vonis dua tahun enam bulan penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan kepada Adam.Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cilegon dengan penjara lima tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Adam terbukti melanggar Pasal 3 Undang Undang RI Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.“Ini kembali disidangkan karena vonis matinya belum inkrah,  masih tahap kasasi,” ujar Putri kepada awak media setelah persidangan,  Kamis (13/7).

Sebelumnya, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Sumantono menjatuhkan hukuman mati terhadap Muhamad Adam. Ia dianggap bersalah menyelundupkan sabu 54 kg, 276 gram sabu dan 40.894 pil ekstasi jaringan Malaysia di sekitar kawasan Cikuasa Atas, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Selasa (17/5) silam.

Sementara tujuh rekan Adam Ridwan alias Wawan, Hasrianto alias Papi, Syahrir alias Ucok,  Hasdavid alias David, Romi Rinaldi, dan Denny Satria serta Ade Madya Hermawan alias Billa, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Dalam sidang  yang dipimpin hakim Sumantono para terdakwa dinyatakan melanggar dakwaan primer Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika subsider Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) undang-undang yang sama.

Majelis hakim menilai, tidak ada hal-hal yang meringankan dari delapan terdakwa, yang menjadi pertimbangan hakim dalam memberikan putusan. Hal yang memberatkan karena terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan tindak pidana narkotika dan obat-obatan terlarang, barang yang mereka edarkan bisa merusak mental genarasi muda. (bayu-rbo/marjuki)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir