Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 247 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 270 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 701 | Komentar

Baca


Terbukti Ikut Paham Radikal, ASN Dipecat


SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim menegaskan akan memecat ASN di lingkungan Pemprov Banten yang terbukti berpaham radikal atau masuk jaringan teroris. Hal itu dilakukan karena yang bersangkutan secara tak langsung telah memusuhi negara. “Kalau dia radikal tidak merasa sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pegawai negeri (ASN_red) kan sumpahnya mengakui keberadaan Negara Republik Indonesia. Pegawainya, pegawai Republik Indonesia, kalau dia radikal dan memusuhi negara harus dikeluarkan,” ujar pria yang akrab di sapa WH ini kepada wartawan, kemarin.

Mantan Kepala Dinas Kebersihan Kabupaten Tangerang itu menuturkan, kebijakannya itu sejalan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo yang menyatakan agar ASN anti Pancasila untuk pengundurkan diri. Kemudian juga seorang ASN harus konsekuen dengan sumpah yang diucapkannya saat dilantik menjadi abdi negara. “Memang begitu undang-undangnya, sumpahnya begitu (untuk mengakui keberadaan Negara Republik Indonesia,” katanya.

WH pun mengimbau, agar semua ASN di lingkungan Pemprov Banten untuk tidak terlibat atau terjebak oleh paham radikal atau jaringan teroris. Dia pun menantang kepada siapa pun yang mengetahui untuk membuktikan jika ada ASN yang berpaham radikal atau masuk jaringan teroris. “Buktikan saja di Banten ada nggak? Ada teroris nggak? Kalau ada dipecat,” ungkapnya.

Sekretaris Forum Koordinasi Penanggulangan Teroris (FKPT) Provinsi Banten Amas Tajudin  mendukung, langkah tegas gubernur tersebut. “Termasuk ASN yang mendukung khilafah atau menjadi simpatisan khilafah bertujuan mendirikan negara islam atau lebih populer NII pendukung dan simpatisanya, apalagi khilafah versi ISIS yang melakukan kekerasan atas nama agama.

Pun demikian komunisme yang terbukti menjadi penghianat bangsa dan negara harus tegas tidak boleh hidup di bumi infonesia,” tambah Amas. Menurutnya, berdasarkan pengamatannya memang terdapat ASN yang menampakkan diri sebagai gerakan radikal meski yang secara kelembagaan. “Kelompok-kelompok ASN memiliki timteng untuk masuk ilfiltrasi organisasi ke ASN dengan berbagai macam cara.

Gubernur tentu harus didukung untuk mengantisipasi gerakan yang ingin mengubah ideologi bangsa dan negara,” pungkasnya. (dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh