Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 492 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 610 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 486 | Komentar

Baca


Campak Makin Ganas


SERANG – Penyakit campak semakin ganas. Bila sebelumnya hanya menyerang anak usia 1-5 tahun. Saat ini penyakit ini mampu menyerang pada anak sampai dengan usia 15 tahun. Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Toyalis mengatakan bahwa berdasarkan penelitian Dinas Kesehatan Kota Serang tahun 2016 sebanyak 30 anak di Kalodran, Kecamatan Walanta, positif terkena campak. Yang mengejutkan dari 30 anak itu tidak hanya anak berusia 5 tahun melainkan juga ada yang berusia 15 tahun. Karena itu, bila sebelumnya vaksin campak diberikan hanya kepada anak berusia 1-5 tahun sejak saat itu vaksin diberikan untuk anak sampai dengan usia 15 tahun atau seusia siswa SMP. “Ketika kasus di Kalodra dinyatakan positif campak WHO (World Health Organization-red) turun ke lapangan,” kata Toyalis, Rabu (26/7).

Toyalis mengungkapkan bahwa anak-anak di Kalodra yang positif campak kemudian diketahui sebelumnya mereka belum pernah diberikan vaksin. Karena itu, untuk program vaksinasi nasional pada Agustus mendatang akan menyasar anak mulai usia 9 bulan sampai dengan 16 tahun. Untuk menyukseskan program itu Dinas Kesehatan Kota Serang akan mendatangi sekolah-sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD/MI, dan SMP.

Sasaran pemberian vaksin ini adalah 192.000 anak. Agar program ini sukses dinas kesehatan meminta dukungan semua stakeholder, termasuk koramil, MUI, FSPP, dan lembaga lainnya. “Vaksinasi nasional hanya untuk wilayah Jawa dan Bali. Bentuknya suntik, satu anak satu jarum,” katanya.

Toyalis mengungkapkan bahwa tanda-tanda anak yang terkena campak adalah panas, ruam atau bintik merah yang lama-lama akan membuat hitam kulit. Juga ditandai adanya pilek dan batuk serta mata merah. Yang berbahay adari campak adalah bila ada komplikasi. Ketika komplikasinya ke mata akan menyebabkan buta, bila komplikasi ke telinga akan menyebabkan tuli.

“Yang bahaya justru komplikasinya,” katanya. Vaksinasi nasional menurut Toyalis juga dilakukan guna mencegah penyakit rubella atau campak Jerman. Penyakit ini akan berbahaya bila menyerang ibu hamil karena anak menyebabkan anak yang lahir cacat bahkan meninggal dunia.

Khusus untuk rubella penyakit ini baru dapat dideteksi bila ada ibu yang melahirkan anak cacat lalu darahnya diperiksa di laboratorium. Vaksin yang akan diberikan pada Agustus nanti untuk mencegah campak dan rubella.

“Vaksin campak dan rubella diberikan gratis. Vaksin ini nggak menyebabkan panas," ujarnya. Untuk mengatasi adanya kekhawatiran sebagian masyarakat yang menilai vaksin mengandung unsur babi ia menegaskan tidak ada unsur babi dalam vaksin campak atau rubella.

Karena itu dinas kesehatan menggandeng organisasi Islam, salah satunya Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Serang Teja Ratri mengungkapkan bahwa berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kota Serang pada tahun 2015 terdapat 120 kasus positif campak dan pada tahun 2016 terdapat 44 kasus positif campak.

Sementara pada tahun 2017 sampai dengan akhir Juli terdapat 50 kasus terduga campak. “Untuk kasus tahun 2017 masih diteliti di laboratorium pusat dan hasilnya belum keluar,” katanya. Teja menyatakan bahwa campak dan rubella merupakan penyakit yang dapat menular melalui percikan ludah ketika batuk. Karena itu bila ada penderita campak yang sedang menderita pilek atau batuk hendaknya dihindari atau menggunakan masker sehingga terhindar dari penularan.

Cara lain dengan menjaga kesehatan tubuh sehingga kebal terhadap serangan penyakit. Wakil Walikota Serang Sulhi mengatakan bahwa pemberikan vaksin ini adalah sebagai imunisasi boster (tambahan) dengan tujuan mengurangi kejadian luar biasa campak, rubella, dan difteri.

Program imunisasi telah terbukti secara epidemologi sebagai upaya pencegahan penyakit infeksi yang paling efektif yang berdampak terhadap peningkatan mutu kesehatan manusia yang diharapkan akan meningkatkan investasi sebagai penyelamatan generasi dari ancaman penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

Apabila cakupan imunisasi rendah akan berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa dan wabah seperti ledakan penyakit campak, polio, tetanus pada bayi, pertusi, TBC dan difteri dimana penyakit tersebut seyogyanya tidak perlu terjadi karena penyakit tersebut dapat dicegah dengan imunisasi yang tersedia pada semua unit pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta yang tersebar di wilayah Kota Serang.

“Kegiatan ini mengacu kepmenkes, no.161/menkes/sk/XI/2005 dengan tujuan menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat virus campak dan rubella,” kata Sulhi. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh