Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 247 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 270 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 701 | Komentar

Baca


Parpol Tak Selektif Pilih Calon


SERANG - Pengamat politik UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Uus Suhaedi menyatakan bahwa parpol saat ini nyaris tidak pernah berpikir bagaimana menciptakan proses demokrasi yang baik dan menghasilkan pemimpin berkualitas sebagaimana diimpikan masyarakat. Yang ada, lanjutnya, parpol hanya mendukung calon kepala daerah yang dapat memberikan dampak pada kepentingan partai politik. Oleh karenanya parpol dalam merekrut calon tidak selektif. Bila calon yang diusung tidak berkualitas maka golput biasanya akan tinggi. "Golput biasanya beriringan dengan ekspektasi. Ketika ada calon dan banyak harapan orang padanya maka partisipasi akan tinggi. Kalau calonnya biasa-biasa saja itu-itu keneh maka partisipasi akan rendah,

" ujar Uus saat diskusi pilkada yang digelar Pokja Wartawan Kota Serang, Kamis (27/7). Uus mengatakan bahwa calon kepala daerah yang harus diusung adalah yang memiliki tangggung jawab dan kesadaran utuh untuk melakukan perubahan. Seperti halnya warga Jepang, mereka memilih pemimpin yang memiliki kesadaran tinggi bukan karena kepintaran.

Sebab untuk melakukan perbaikan daerah faktor tanggung jawab lebih penting ketimbang kognisi seseorang. "Kota Serang menjadi daerah yang banyak diburu oleh masyarakat urban. Sementara tata kota saat ini belum merespons kebutuhan masyarakat. Jalan-jalan alternatif agar terhindar macet belum ada. Padahal pada jam-jam tertentu macetnya luar biasa," ujar Uus.

Menurutnya, Pilkada bukan proses yang hanya melewati prosedural tetapi pilkada harus menjadi pilkada substansial. Artinya pilkada harus dapat melahirkan kepala daerah yang berkualitas. "Mudah-mudahan dengan persiapan yang sudah dilakukan KPU melahirkan pilkada yang baik," harapnya.

Komisioner KPU Kota Serang Ali Faisal mengatakan bahwa dibandingkan 3 daerah lain di Banten yang juga menggelar pilkada pada 2018, Kota Serang dianggap paling ramai karena bakal calon yang maju sangat banyak dan dari berbagai latar belakang.

Selain Kota Serang daerah lain yang menggelar pilkada adalah Lebak, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang."Karena ada magnetik itu maka pilkada Kota Sera g harus dipersiapkan sematang mungkin. Dipersiapkan sebaik mungkin. Pilkada akan dilakukan pada Juni 2018," katanya.

Ali menyatakan bahwa KPU Kota Serang menargetkan sebanyak-banyaknya pemilih pada pilkada nanti. Sebab semakin banyak pemilih pilkada akan semakin baik. Semakin bagus kandidat yang maju juga akan semakin baik dan akan berkorelasi dengan tingkat partisipasi. Sebab ketika tingkat pastisipasi pemilih rendah  mungkin disebabkan karena calonnya yang kurang bagus.

"Atau karena KPU kurang sosialisasi atau wartawan kurang mewartakan," katanya. (tohir)

caption
Muhamad Tohir/Banten Raya
Pengamat politik UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Uus Suhaedi dan  Komisioner KPU Kota Serang Ali Faisal saat menjadi pembicara dalam diskusi mengenai pilkada yang digelar Pokja Wartawan Kota Serang, Kamis (27/7).

Beri komentar


Security code
Refresh