Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 219 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 279 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 238 | Komentar

Baca


Andika: Jangan Umbar Ujaran Kebencian


SERANG - Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Banten agar tidak mengumbar ujaran kebencian. Sebab, ujaran kebencian dapat memecah belah kerukunan antar masyarakat. “Harus diakui jika saat ini ujaran-ujaran kebencian dan berita bohong atau hoax banyak menjadi pemantik terjadinya tindakan dan pemikiran intoleransi. Untuk itu lah masyarakat perlu mendapatkan pemahaman agra tidak termakan isu-isu yang belum jelas kebenarannya,” kata Andika saat menghadiri acara rapat koordinasi daerah (rakorda) forum kerukunan umat beragama (FKUB) Provinsi Banten, di Hotel Le Dian, Kota Serang, Kamis (27/7).

Menurut Andika, kerukunan antar umat beragama di Banten menjadi perhatin serius Pemprov Banten. Makanya Pemprov Banten terus bersinergi dan berkoordinasi dengan FKUB dalam menangani persolan-persoalan intoleransi, sejak dari ranah pencegahan hingga penanganan persoalan kerukunan antara umat beragama yang timbul.

“Masalah kerukunan antar umat beragama ini persoalan serius. Ini adalah dasar dapat dijalankannya kehidupan bernegara yang kita inginkan, yaitu terwujudnya kehidupan di masyarakat yang makmur, adil, sentosa, aman tentram dan sejahtera,” katanya.

Andika kembali menegaskan bahwa penting menjaga kerukunan antar umat bergama. Pemprov Banten meminta FKUB sebagai wadah komunikasi antar umat beragama di Banten, bisa mengambil langkah-langkah dalam mewujudkan keharmonisan antar umat beragama.

Pemprov melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengajak FKUB Banten untuk melakukan langkah-langkah antisipasi terjadinya intoleransi, dengan melakukan pendidikan secara dini kepada peserta didik di bangku sekolah mengenai pentingnya toleransi beragama.

"Kami juga mengajak FKUB Banten untuk melakukan pencegahan kepada masyarakat umum yang banyak berinteraksi di media sosial. Kami juga mengajak FKUB Banten untuk melakukan upaya-upaya seperti media literasi atau pengawasan terhadap konten-konten intoleransi yang banyak beredar di medsos," harapnya.

Koordinator FKUB Banten Suparman Usman mengaku menyambut baik ajakan dan itikad baik Pemprov Banten dalam menjaga keharmonisan masyarakat Banten. Dia berjanji akan menindaklanjuti ajakan tersebut. “Kami sependapat dengan apa yang disampaikan Pak Wagub. Tentu saja kami senang dengan ajakan ini, dan kami akan tindaklanjuti,” kata Suparman.

Lebih jauh Suparman mengatakan, langkah-langkah antisipasi tersebut sangat mendesak untuk dilakukan, meski saat ini tingkat toleransi umat beragama di Banten relatif masih tinggi. Suparman menyebutkan dalam catatan FKUB, sejauh ini ada sejumlah kasus intoleransi di Banten yang berhasil diatasi.

Kasus-kasus tersebut di antaranya adalah pembangunan gereje bethel Indonesia di Kota Serang, kegiatan pendidikan agama kristen di Ciruas (Kabupaten Serang), pelaksanaan peribadatan umat kristen di Karang Tanjung (Pandeglang), dan pelaksanaan peribadatan umat kristen di Bojonegara (Kabupaten Serang). “Terakhir juga ada kasus pelaksanaan peribadatan di Kota Cilegon.

Tapi semuanya sudah berhasil kita selesaikan,” katanya. (*/rahmat)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir