Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 130 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 174 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 626 | Komentar

Baca


Orang Mati di DPT Masalah Berulang



SERANG - Masih terus adanya data pemilih yang sudah meninggal dunia dalam daftar pemilih tetap (DPT) menjadi masalah yang terus berulang setiap pemilu atau pilakada. DPRD Kota Serang meminta pemutakhiran data untuk Pilwalkot Serang bisa lebih akurat sehingga tidak ada lagi pemilih mati dalam DPT. Perwakilan Komisi I DPRD Kota Serang Moch Rus'an mengatakan, pihaknya sudah tidak mau lagi ada pemilih yang meninggal dunia tercantum dalam DPT. Untuk itu Komisi I telah meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang agar menjemput bola melalui RT dan RW guna mendata pemilih atau warga yang meninggal dunia dan tidak hanya menunggu laporan dari keluarga.

"Kalau menunggu kesadaran masyarakat susah. Mereka mengurus kalau ada kepentingan. Jadi harus jemput bola," kata Rus'an saat rapat koordinasi pengelolaan data dan daftar pemilih dengan Disdukcapil dan camat sekota Serang di aula Pemerintah Kota Serang, Senin (21/8).

Rus'an menyatakan, masalah seperti ini selalu dan menjadi masalah atau setidaknya menjadi perdebatan setiap pemilu. Maka keaktifan pendataan harus lebih ditingkatkan. Karena itu pemutakhiran data harus betul-betul dilakukan dengan melibatkan seluruh perangkat yang dimiliki pemerintah sampai jenjang RT.

"Saya khawatir judulnya pemutakhiran data tetapi yang meninggal dunia dan yang pindah masih terdaftar dalam DPT," ujarnya seraya menambahkan yang tak kalah penting adalah memastikan setiap orang yang memiliki hak pilih agar mendapatkan hak mereka.

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Teknologi Kependudukan Disdukcapil Kota Serang Gema Advaita mengatakan bahwa masih adanya orang yang sudah meninggal dunia dalam DPT karena data orang mati itu masih tercantum dalam daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) sehingga akan selalu muncul dalam data yang digunakan oleh KPU saat pencocokan dan penelitian (coklit).

Untuk itu disdukcapil akan langsung datang ke setiap RT dengan membawa formulir warga yang meninggal dunia sehingga nanti formulir diisi oleh RT RW dan diketahui kelurahan. Setelah data itu valid, baru kemudian akan diinput ke Instalasi Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan alias Siak ketika sudah lengkap datanya.

"Kenapa data orang yang sudah mati muncul lagi-muncul lagi karena kami tidak bisa mendelete (menghapus) karena tidak ada laporan dari keluarga atau kelurahan," katanya. Gema mengungkapkan bahwa disdukcapil sejak Agustus 2017 ini sudah melakukan upaya jemput bola mendata warga yang meninggal dunia. Pendataan pada Agustus menemukam ada 171 orang yang meninggal dunia.

"Biasanya dalam sebulan hanya 1 orang yang meninggal dunia atau kosong sama sekali," katanya. Asda I Nanang Saefudin mengatakan bahwa yang paling penting dalam persoalan ini adalah aparatur paling bawah, yaitu camat dan lurah harus merespons masalah ini dengan baik. Karena itu ia meminta camat dan lurah harus serius mengurus ini dengan memanggil RT dan RW.

Ia berhatap orang yang sudah mati tidak muncul lagi dalam DPT. "Jangan dibiarkan kalau ada yang meninggal tapi harus diurus," katanya. Komisioner KPU Kota Serang Fierly MM mengatakan bahwa inti masalah pendataan adalah saat proses coklit yang dalam tahapan KPU ditetapkan dilakukan dari 20 Januari sampai 18 Februari 2018.

Untuk itu ketika proses coklit KPU Kota Serang akan melibatkan RT dan RW. Selain itu petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PKK) juga akan melibatkan operator siak di kecamatan dalam proses coklit ini. "Jad entri datanya ke Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) dan Siak disandingkan. Intinya ada di proses coklit itu," ujarnya.

Terkait proses coklit guna menemukan pemilih baru yang ditemukan di lapangan penulisan data harus dilakukan secara komplet dengan menyertakan Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga yang berjumlah 16 digit. Sebelum proses coklit KPU Kota Serang juga akan melakukan regrouping TPS atau pra coklit pada awal Januari sampai 5 hari sebelum coklit.

Pada proses ini per TPS akan disisir pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat, misalkan karena pindah domisili. "Setelah regrouping kita harapkan ketika coklit datanya sudah relatif clear," katanya.
Camat Taktakan Um Rahmat mengakui kesaadaran warga yang melaporkan kematian anggota keluarganya memang masih rendah. Mereka yang mengurus biasanya hanya ketika ada keperluan mendesak.

"Pada saat jual beli tanah atau bagi warisan baru surat kematian diurus," katanya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh