Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 117 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 161 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 616 | Komentar

Baca


Inspektorat Lakukan Probity Audit Hibah dan Bansos


SERANG- Inpesktorat Provinsi Banten saat ini masih melakukan probity audit hibah dan bansos tahun anggaran 2017 di delapan kabupaten/kota se-Banten. Kegiatan tersebut bertujuan agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan.

Inspektur Pembantu Wilayah III (Irbanwil) di Inspentorat Provinsi Banten Yan Jungjung mengatakan, probity audit hibah dan bansos tahun anggaran 2017 adalah program lama yang dilakukan inspektorat sesuai dengan kepres nomor 54 tentang pengadaan barang dan jasa, dimana Inspektorat melakukan pendampingan dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pelaporan.

“Contohnya, jika Pemprov Banten membangun jalan, Inspektorat mengawal perencanaan, DPS, lelang dan dilaksanakan termasuk pemeliharaan,” kata Yan Jungjung kepada Banten Raya di ruang kerjanya, Rabu (1/11).

Ia menilai, probity audit ini seharusnya memiliki waktu yang lebih panjang, karena proses dalam probity audit pendampingan yang dilakukan relatif memakan waktu yang lama. Terkait probity audit hibah dan bansos tahun anggaran 2017, kata Yan, Inspektorat Banten melakukan pengawalan dari masuknya proposal, sesuai tidak dengan peraturan gubernur, melakukan evaluasi dan rekomendasi sampai pencairan.
“Probity audit hibah dan bansos tahun anggaran 2017, Inspektorat melakukan pengawalan dari proposal sampai dengan laporan. Saat ini masih dalam proses pengawalan,” ujarnya.

Pada tahun 2018 nanti, lanjutnya, probity audit akan digunakan secara keseluruhan, karena kepres nomor 54 tentang pengadaan barang dan jasa akan dicabut. Ia mengatakan, inspektorat memiliki program kerja yang sudah dijadwalkan dan ditandatangani oleh Gubernur Banten Wahidin Halim.“Tujuan dari probity audit hibah dan bansos tahun anggaran 2017 di antaranya adalah, agar bantuan tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan,” ungkapnya.

Masih kata Yan, berdasarkan hasil probity audit sementara, ada beberapa kendala dalam penyaluran hibah bansos tersebut, di antaranya adalah belum disalurkan kepada penerima, disebabkan adanya proses adminsitrasi yang belum baik.  “Contohnya, sebelumnya penerima bantuan tidak menggunakan NIK, namun saat ini menggunakan NIK. Sehingga membutuhkan waktu untuk ferivikasi dan validasi NIK. Kemudian dibutuhkan perekrutan yang ketat terhadap pendamping, agar kendala teknis bisa diselesaikan dengan baik pada tataran pendamping,” jelas Yan.

Terpisah, Kepala Dinsos Banten Nurhana menyambut baik program probity audit hibah dan bansos tahun anggaran 2017 yang dilakukan oleh Inspektorat Provinsi Banten. Sehingga, penyaluran hibah dan bansos ini bisa tepat sasaran dan tidak ada penyelahgunaan bantuan. “Jadi audit pra penyaluran ini untuk memastikan bahwa bansos tepat sasaran dan tidak terjadi penyalahgunaan bantuan,” kata Nurhana.

Ia mengaku pihaknya memiliki komitmen yang kuat untuk serius menyalurkan dana hibah dan bansos tersebut secara transparan dan akuntabel. Pihaknya juga memiliki keinginan, agar bantuan ini diterima ke tangan yang tepat.
"Kami ingin memastikan bahwa bansos sampai ke tangan yang berhak dengan tepat guna, tepat sasaran dan bermanfaat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Prov Banten. Sehingga pada gilirannya, penyelenggaraan kesejahteraan social dapat berkontribusi positif terhadap pembangunan di Provinsi Banten,” tegas Nurhana.

Di lokasi yang sama, Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Banten Budi Darma mengatakan, probity audit hibah dan bansos tahun anggaran 2017 yang dilakukan oleh Inspektorat Banten salah satunya melakukan cek fisik penerima bansos.

“Salah satunya adalah Ibu Masitoh warga di linkungan Pedali RT 2, RW 1 Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, penerima rumah tidak layak huni yang mendapatkan bantuan Rp15 juta pada tahun anggaran 2017 ini,” imbuhnya. (satibi)

Beri komentar


Security code
Refresh