Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 117 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 161 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 616 | Komentar

Baca


Pemprov Banten MoU Aplikasi Smart City


SERANG- Gubernur Banten Wahidin Halim menghadiri penandatanganan MoU antara Kota Bandung dengan 29 Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Indonesia di Pendopo Walikota Bandung, Rabu (1/11).

Mou tersebut terkait aplikasi smart city dan e-government yang mencakup di wilayah Banten dan Jawa Barat. Aplikasi tersebut adalah aplikasi yang menurut KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) layak untuk disebarkan kepada pemerintah kabupatan/kota. Ada tiga aplikasi yang disebar yaitu aplikasi sabilulungan, aplikasi perizinan online, dan aplikasi e-remunerasi.

Gubernur Wahidin Halim (WH) mengaku menyambut baik kerjasama aplikasi tersebut. "Saya kira ini sangat bagus, dan ini penggabungan teknologi sistem yang terintegrasi," kata WH usai acara penandatanganan MoU.

Menurutnya, dari hasil MoU ini agar bisa diaplikasikan di Banten, apalagi Banten merupakan daerah yang terus melakukan pembenahan. "E-goverment-nya banyak sih. Apalagi banyak sekali modul dan variasi. Banten yang cukup luas, Banten yang sedang merangkak menuju perbaikan. Sehingga ini menjadi penting untuk modul pengawasan dan kontrol terhadap kinerja dan produktivitas dari ASN kita," katanya.

Setelah MoU ini, kata WH, pihaknya meminta kepada seluruh dinas untuk mempersiapkan dari program tersebut. "Semuanya, tapi dinas kominfo sebagai liding sektornya, dan harus melakukan langkah-langkah cepat. Harapannya ya harus bagus ke depan. Karena program smart city kan bisa membawa makna dan arti agar kita ini bisa sempurna dalam mewujudkan program pemerintah," katanya.

Komisoner KPK Laode M Syarif dalam kesempatan itu menyampaikan, pihaknya terus membuka diri terhadap kepala daerah untuk melakukan konsultasi. Tapi karena identik dengan rompi orange, sehingga ini sepertinya menjadi keengganan kepala daerah untuk konsultasi.

"Aplikasinya boleh bagus, tapi kalau dikerjakan dengan orang yang kurang baik, maka hasilnya akan kurang baik. Seperti misalnya di jam-jam tertentu kuota itu seolah-olah digenjet, sehingga orang sulit mengakses," kata.

Bahkan, lanjut Laode, KPK tidak segan-segan untuk bertindak tegas jika ditemukan penyimpangan. “Kami tidak ribut-ribut, tapi kami melakukan penangkapan di Bandung juga belum lama ini. Jangan sampai semuanya dimasukin penjara. Sebenarnya kasihan juga. Jadi aplikasi ini bisa menyelesaikan masalah kalau orang-orangnya baik," tegasnya.

Oleh sebab itu, Laode mengaku bersyukur dan  berterimakasih atas dukungan Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, serta Gubernur Banten Wahidin Halim. "Harapannya MoU ini bisa direplikasi di daerah lain," harapnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut 6 bupati dan walikota se-Banten, yakni Bupati Serang Tatu Chasanah, Walikota Serang Tb Haerul Jaman, Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Walikota Tangerang Arif Wismansyah dan Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani. (*/rahmat)

Beri komentar


Security code
Refresh