Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Muslimat NU Ajak Masyarakat Hidup Sehat


SERANG- Pengurus harian PP Muslimat NU bersama Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Promkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar orientas Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dilaksanakan di Hotel Le Dian, Serang, Sabtu (11/11). Program tersebut mengajak masyarakat untuk hidup sehat.

Ketua II Pengurus Pusat Muslimat NU Hj Nurhayati Said Agil Siradj mengatakan, program Germas ini melibatkan masyarakat yang tergabung dalam Muslimat NU. Sebab dengan bergabungan Muslimat NU, program itu dapat lebih efektif, karena setiap harinya lebih banyak bersosialisasi dengan masyarakat langsung, seperti majelis ta’lim dan pondok pesantren. “Sehingga menjadi partner harmonis pihak kemenkes untuk memengaruhi warga agar sadar kesehatan dan gaya hidup sehat, ” katanya.

Pimpro Germas PP Muslimat NU Erna Yulia S menambahkan, program yang dilaksanakan pada 11 dan 13 November itu dipusatkan di dua tempat. Kegiatan orientasi di Le Dian Hotel Kota Serang, berikutnya dipusatkan di MUI Kab Pandeglang. “Hari ini kita melaksanakan bimbingan orientasi untuk para pimpinan pondok pesantren dan majlis ta'lim yang ada d Banten, dan Senin (13/11) nanti kita mobilisasi santri dan jamaah,” jelasnya.

Pengarah program kerjasama Muslimat NU dan Kementerian Kesehatan Ismoyowati mengatakan, saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan besar yakni masalah kesehatan triple burden, karena masih adanya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi muncul kembali.

Pada era 1990, penyakit menular seperti ISPA, tuberkulosis dan diare merupakan penyakit terbahak-bahak dalam pelayanan kesehatan. Namun, perubahan gaya hidup masyarakat menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi). “Pada tahun 2015 misalnya, PTM seperti stroke, penyakit jantung koroner (PJK), kanker dan diabetes justru menduduki peringkat tertinggi,” ungkapnya.

Ismoyo menjelaskan adapun yang menjadi pusat orientasi kali ini ada tiga hal, yaitu pentingnya aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, juga memeriksa kesehatan secara berkala, dengan motto 'sehat dimulai dari saya!’. "Kita mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan aktivitas fisik, mendeteksi dini kesehatan dengan pemeriksaan rutin kesehatan, dan intensitas konsumsi buah serta sayur-mayur," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Sigit Wardodjo yang membuka orientasi mengatakan gaya hidup sehat tidak terkait status sosial maupun ekonomi. “Orang kaya sekali pun tidak jaminan gaya hidupnya sehat, belum tentu rajin konsumsi sayur dan buah, berolahraga teratur dan melakukan aktivitas fisik,” ungkapnya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh