Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Banten Masuk Rencana Strategis Pembangunan Pariwisata


SERANG- Jajaran Komisi X DPR RI mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki rencana strategis lanjutan dalam pembangunan pariwisata nasional. Mereka menyebut program tersebut 3B yang merujuk dari inisial nama 3 provinsi sasaran yaitu Bangka Belitung, Bengkulu dan Banten.

Demikian terungkap dalam kunjungan kerja Komisi X DPR RI masa persidangan I tahun sidang 2017-2018, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kecamatan Curug Kota Serang, Senin (13/11).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengatakan, pihaknya selalu konsen dalam menjalankan fungsinya terutama bidang yang dibawahi Komisi X yaitu pendidikan, budaya, pemuda, olahraga dan pariwisata. Bidang pariwisata dan budaya kini terus mendapat perhatiannya dengan dilahirkannya undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.
“Banten itu potensi pariwsata dan budayanya sangat luar biasa. Perlu kami informasikan bahwa kami telah mengesahkan undang-undang nomor 3 tahun 2017 jadi pas untuk Banten,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menuturkan, dengan potensi besar yang dimiliki Banten, Komisi X pun tak ragu untuk memasukan provinsi paling barat di pulau Jawa ini dalam rencana strategis pembangunan pariwisata.

“Kami kunjungannya ke 3B, 3 provinsi B semua, Banten, Bangka Belitung, Bengkulu. Harapan kami menjadi site layer dan nanti menjadi first layer pembangunan pariwisata yang akan datang. Dulu kita 3 B fisrt layer yaitu Batam, Bandung, Bali. Mudah-mudahan ke depan bisa diikuti,” katanya.

Untuk memajukan pariwisata di Banten, kata dia, pihaknya sudah memiliki sejumlah catatan. Pertama, Banten yang kaya akan budaya masih belum bisa mengoptimalkannya. “Ada 3 alasan wisatawan datang, 65 persen itu kebudayaan, 35 persen adalah alam dan 5 persen adalah buatan. Tadi Pak Gubernur (Wahidin Halim) menyebut kalau di Tangsel buatan semua. Jadi alam belum optimal dan kebudayaan juga belum optimal, supaya menjadi daya tarik,” ungkapnya.


Kemudian catatan kedua adalah pemprov harus bisa menyinergikan dan menjembatani kepentingan kabupaten/kota. “Contoh Kota Cilegon tapi Anyernya ada di Kabupaten Serang. Bagiaman misalnya PB (pajak bangunan) hotel? Karena Kota Cilegon merasa yang mengakses jalan ke Anyer. Tanjung Lesung juga sebenarnya Tanjung Lesung dan sekitarnya, kabupaten/kota lain yang dilewati saat menuju ke sana harus ikut bertanggungjawab,” ujarnya.

Untuk langkah awal, pemprov juga diminta pintar untuk membaca peluang untuk menarik wisatawan untuk berkunjung. Ferdiansyah pun menyarankan Banten menyusun paket wisata mengingat pada 2018 Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games.

“Banten berbatasan dengan Jakarta, Pemprov Banten dan kementerian pariwisata bisa kolaborasi untu paket-paket wisata. Minimal rombongan atlet dan official mencapai 60.000 orang. Jika digabung dengan Para Asian Games (Asian Games untuk para difabel) itu bisa memakan waktu hingga 1,5 bulan,” tuturnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pariwisata merupakan salah stau hal yang kini mendapat perhatian khusus dari pemprov. Hal itu juga tak lepas dari ditetapkannya Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dan destinasi yang merupakan proyek strategis nasional (PSN).

“Perhatian pemerintah cukup besar terhadap perkembangan terakhir 14 PSN, salah salah satunya Tanjung Lesung yang ditetapkan sebagai KEK dan destinasi. Jadi yang menjadi persoalanitu  infrastruktur, konektivitas jalan yang masih belum memadai. Pemprov berencana membangun jalan sepanjang garis pantai dan itu sudah disetujui presiden,” ujarnya. (dewa)


Beri komentar


Security code
Refresh