Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


Pabrik Limbah Plastik Melanggar


SERANG- Dianggap meresahkan warga sekitar, anggota DPRD Kota Serang menginspeksi mendadak (sidak) parbik pengolahan limbah plastik yang berlokasi di Legok, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Senin (13/11).

Dari hasil sidak disimpulkan bahwa pabrik yang dikelola CV Tingkiling Plastik tersebut melanggar aturan, karena belum memperbarui izin ke Pemkot Serang. Izin yang dimiliki saat ini dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang pada tahun 2007.

Anggota DPRD Kota Serang Iif Fariudin yang sidak ke pabrik tersebut mengatakan bahwa berdasarkan pengaduan masyarakat, pabrik yang memproduksi limbah plastik ini mengeluarkan bau tidak sedap setiap pagi. Bau itu sangat mengganggu warga sekitar. Mesin yang digunakan untuk menghancurkan plastik-plastik juga terasa getarannya, karena dekat dengan rumah warga.

“Air dari hasil pengolahan limbah plastik juga meresahkan masyarakat karena dikhawatirkan akan meresap ke sumur warga, sehingga akan menyebabkan keracunan,” kata Iif ditemui usai sidak, Senin (13/11).
Karena adanya sejumlah aduan masyarakat itu, maka rombongan Komisi I dan Komisi IV DPRD Kota Serang datang ke pabrik tersebut untuk mengetahui lebih jelas kondisi di lapangan.

Dari sidak itu juga rombongan dewan memperoleh informasi bahwa perizinan yang dimiliki pengelola pabrik adalah izin lama yang dikeluarkan Pemkab Serang. Sedangkan izin dari Pemkot Serang belum ditempuh.

“Perizinannya dari zaman Kabupaten Serang. Dengan kondisi sekarang apakah masih layak pabrik ini berdiri di sini yang dalam RTRW (rencana tata ruang wilayah) bukan untuk pabrik, tapi untuk pemukiman. Makanya kami akan undang teman-teman di dinas perizinan dan lainnya untuk membahas masalah ini,” katanya.

Iif menyatakan bahwa izin yang dikeluarkan Pemkab Serang tercatat tahun 2007. Karena sekarang Kota Serang sudah berdiri, maka perizinan harus diperbarui. Meski pun perizinan yang dikantongi memang untuk pengolahan limbah plastik. “Nanti akan kita fasilitasi antara pengusaha dan dinas terkait guna menyelesaikan masalah ini,” tuturnya.

Ketua Komisi I DPRD Kota Serang Wahyu Papat Juni Romadonia mengatakan bahwa pada dasarnya Pemkot Serang dan DPRD Kota Serang sangat terbuka dengan pengusaha yang ingin berinvestasi di Kota Serang. Hanya saja usaha tersebut harus juga diikuti dengan taat aturan yang sudah ditetapkan pemerintah daerah. “Kami tidak ingin menghalang-halangi investasi tapi masyarakat juga jangan sampai dirugikan karena adanya investasi ini,” ujarnya.

Pemilik CV Tingkiling Plastik Tantyo Nugroho mengakui perizinan yang dikantongi memang dikeluarkan Pemkab Serang. Tantyo mengaku tidak tahu izin tersebut harus diperbarui setap tiga tahun sekali. Sampai saat ini ia belum mengurus perizinan ke Kota Serang yang merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Serang. “Perizinan memang dari Kabupaten Serang dan katanya harus transfer perizinan atau apalah,” katanya.

Terkait limbah yang dikeluhkan warga, Tantyo menyatakan bahwa untuk limbah padat yang dihasilkan selama ini dibuang ke TPSA Cilowong, sedangkan limbah cair dibuang ke selokan. “Tapi limbahnya juga enggak banyak seperti limbah pabrik,” katanya.

Terkait RTRW yang tidak sesuai dengan kebijakan Pemkot Serang, Tantyo menyatakan bahwa bila memungkinkan ia meminta ada dispensasi untuk usahanya tersebut. Apalagi sejauh ini masih belum banyak perusahaan yang mengolah limbah plastik yang banyak dihasilkan masyarakat Banten. “Kita usaha ini kan beranjak dari isu go green dan global warming,” ujarnya. (tohir)




Beri komentar


Security code
Refresh