Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 113 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 159 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 615 | Komentar

Baca


KTP Penghayat Kepercayaan Bakal Ditarik


SERANG- Pemprov Banten melalui pemerintah kabupaten/kota akan menarik KTP elektronik para penghayat kepercayaan. Hal tersebut dilakukan untuk memperbarui elemen data sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Isinya, membolehkan pengisian kolom agama selain 6 agama yang diakui pemerintah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Maani Nina mengatakan, pihaknya akan melaksanakan putusan MK. Namun dalam pelaksanaannya pemprov masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

“Kami menunggu keputusan dari kemendagri (kementerian dalam negeri). Kalau informasi dari dirjen itu putusan MK sudah keluar. Itu (pencantuman penghayat kepercayaan di kolom agama KTP) pasti dilaksanakan karena bersifat final dan mengikat kalau MK itu,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela acara rapat koordinasi peningkatan pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di Hotel Le Dian, Kota Serang, Selasa (14/11).

Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Banten itu menuturkan, di Banten sendiri ada warga yang menganut aliran kepercayaan, yakni suku Baduy, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak dengan kepercayaan Sunda Wiwitan. Meski akan ada perubahan elemen data, namun pihaknya tidak akan melakukan perekaman ulang pada data kependudukan.

“Tidak direkam ulang karena rekam sudah miliki data, sudah jelas. Ini hanya perubahan elemen data  kalau pun memang membutuhkan. Contoh warga Baduy hanya elemen datanya yang berubah. Kalau jumlahnya warga Baduy mungkin nanti tanya ke Disdukcapil Lebak, takut salah kalau enggak pasti,” katanya.

Disinggung apakah itu artinya akan ada penarikan KTP elektronik untuk cetak ulang Nina tak membantahnya. “Iya,” ucapnya singkat. Terkait detail pencantuman penghayat kepercayaan pada kolom agama KTP, Nina mengaku belum memiliki gambaran. Dia sekali lagi menegaskan akan menunggu arahan dari pemerintah pusat.

“Dari kemendagri berkoordinasi dengan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dan kemenag (kementerian agama). Dari hasil itu dirumuskan sebagai petunjuk di daerah. Apakah ditulis satu-satu atau hanya kepercayaan saja, ini masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Sekda Banten Ranta Soeharta mengatakan, terkait putusan MK Pemkab Lebak sudah melakukan koordinasi dengan warga Baduy. Hasilnya, mereka ingin mencantumkan secara lengkap Sunda Wiwitan pada kolom agama di KTP-nya. “Sudah ada dari (Pemkab) Lebak, inginnya mereka (warga Baduy) dalam kolom agama langsung (tertulis) Sunda Wiwitan. Kalau dulu kan aliran kepercayaan ketuhanan yang maha esa," katanya.

Untuk tindak lanjutnya, Ranta pun senada dengan Nina yang akan terlebih dahulu menunggu arahan dari pemerintah pusat. “Sedang digodok, mudah-mudahan tidak lama. Seperti apa formatya baru disampaikan ke daerah. Di Banten bukan Baduy saja (sebagai penganut penghayat kepercayaan) nanti harus tercover semua,” tuturnya. (dewa)

Beri komentar


Security code
Refresh