Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 243 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 698 | Komentar

Baca


Masalah Dana Masih Hantui UMKM


SERANG- Perkembangan UMKM di Banten dinilai masih belum signifikan, bahkan terkesan biasa saja. Akar masalahnya pun masih klasik yaitu terkendala masalah permodalan (dana). Asisten Daerah (Asda) II Provinsi Banten Ino S Rawita mengatakan, pada dasarnya Banten memiliki semua potensi yang dibutuhkan UMKM. Namun yang terjadi saat ini, UMKM belum juga bisa berkembang seperti yang diharapkan.

“Sementara (UMKM) masih biasa-biasa saja seperti provinsi-provinsi lain,” ujarnya kepada wartawan di sela-sela acara gebyar UMKM, di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu, Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Rabu (6/12).

Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banten itu menuturkan, penyebab belum berkembangnya UMKM di Banten disebabkan oleh persoalan klasik yaitu permodalan. Kemudian menurutnya, masalah yang dihadapi UMKM juga adalah soal SDM. “Dari permodalan yang pertama dan kompetensi SDM,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, kata dia, Pemprov Baten tidak tinggal diam dan berupaya membangkitkan UMKM. Bahkan penanganan UMKM telah dimasukan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Banten 2017-2022.

Adapun poin penekanannya adalah meningkatkan kualitas UMKM dan koperasi. Selain itu memberikan fasilitas permodalan melalui kerja sama dengan perbankan, seperti Bank Indonesia (BI) dan Bank Banten.

“Pak gubernur dan wakil gubernur sangat konsen dengan perkembangan UMKM. Saking didambakannya geliat UMKM, beliau sekarang semakin berteman dengan BI dengan mana saja agar UMKM segera bangkit. Mudah-mudahan fasilitas yang ada dari perbankan bisa menjadi solusi,” ungkapnya.

Ino pun memastikan, pemprov akan benar-benar memerhatikan UMKM mengingat Banten merupakan wilayah penyangga ibukota negara. “Tentu kami ingin berkembang, bagaimana pun Banten itu penyangga ibukota. Kalau lemah maka akan terasa lemahnya hingga ibukota,” ujarnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banten Maysaroh Mawardi mengatakan, sebetulnya pertumbuhan jumlah UMKM dan Koperasi di Banten sudah termasuk positif. Sehingga ke depannya UMKM dan Koperasi harus terus didorong agar mampu memasarkan produknya secara luas.

“Untuk 2018 kita akan terus mengembangkan UMKM, salah satunya dengan produk masuk ke online, banyak kerjasama dan pemanfaatan gedung PLUT untuk pengembangan bisnis. Terus membina kerjasama dengan daerah lain, seperti dengan DKI Jakarta dan Jawa Barat,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki, di Banten telah ada 984.188 pelaku usaha UKMM. Rinciannya 823.496 pelaku usaha mikro, 153.313 unit usaha kecil dan 7.309 pelaku usaha UKM tingkat menengah. Untuk koperasi yang aktif sendiri berjumlah 4.658 unit. “Semua menyerap tenaga kerja yang sangat banyak,” katanya.

Menurutnya, pemprov berkomitmen terus mendorong pertumbuhan jumlah UMKM dan Koperasi. “Pada 2018, targetnya ada 500 koperasi yang dibentuk. Untuk UKM dari 2017 sampai 2022 akan dibentuk 1.000 UKM, ada juga yang akan dinaikan kelas dari kecil ke menengah, dari mikro ke kecil,” katanya. (dewa)


Beri komentar


Security code
Refresh