Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Pemprov Kerahkan Satgas Pangan Tekan Kenaikan Harga


SERANG- Tingginya harga cabai dan telur menjadi perhatian serius Pemprov Banten. Salah satu upaya untuk menekan kenaikan harga tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten mengerahkan satgas pangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banten Agus M Tauchid mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan daging kerbau dan sapi pihaknya sudah meminta kepada para pengusaha dan pemotongan hewan kerbau dan sapi. “Daging sapi dan kerbau hingga saat ini memiliki stok yang baik, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Banten,” kata Agus kepada Banten Raya, kemarin.

Namun Agus mengakui tidak mampu menekan harga telur dan cabai-cabaian. Sebab stok yang ada di Banten untuk kedua komoditi tersebut tidak sebanyak daging kerbau dan sapi. “Sedangkan cabai dan telur stok di Banten masih kurang, dan tidak sebagus daging sapi dan kerbau,” ungkapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan, lanjut Agus, pihaknya bersama dengan disperindag akan menerjunkan satgas pangan untuk melakukan pendataan dan melakukan pemetaan kebutuhan warga Banten. “Dari data tersebut, kami akan berupaya untuk melakukan operasi pasar untuk membantu memenuhi kebutuhan warga Banten,” tegasnya.

Kepala Disperindag Banten Babar Suharso membenarkan harga telur dan cabai mengalami peningkatan. Hal tersebut dikarena jumlah pemrintaan lebih banyak jika dibandingkan suplai yang ada. “Telur merupakan isu nasional dan memang harganya tinggi, kami sudah mengimbau kepada distributor telur asal Banten untuk terus meningkatkan produksi untuk memenuhi pasar. Sedangkan, kami tidak mungkin ambil telur dari luar Banten karena harga sudah sangat tinggi,” kata Babar.

Jadi, kata Babar, untuk memenuhi telur dan cabai di Banten, pihaknya akan menerjunkan satgas pangan dan meminta kepada produsen untuk meningkatkan produksinya. Untuk telur kebutuhan diambil dari Serang dan Tangerang, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan cabai kami mengandalkan Kabupaten Lebak dan Pandeglang. (satibi)

Beri komentar


Security code
Refresh