Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Awas, LGBT Sasar Pelajar


SERANG- Tingginya angka lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) di Banten sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan saat ini komunitas LGBT sudah menyasar ke sejumlah pelajar yang berada di Banten. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten Andika Hazrumy.

Menurutnya, penularan HIV/AIDS di Banten sebagian besar disebabkan hubungan seks bebas, dan yang paling banyak hubungan sesama jenis. Menurut Andika, berdasarkan rapat koordinasi (rakor) tahap awal yang dilakukan KPA, terungkap gay di Banten sudah menyasar kalangan pelajar di Banten.“Hal ini sangat mengkhawatirkan jika dibiarkan, karena akan meningkatkan jumlah penderita HIV/AIDS di Banten,” kata Andika yang juga menjabat sebagai wakil gubernur Banten ini, kemarin.

Andika menjelaskan, salah satu upaya Pemprov Banten untuk menekan angka penderita HIV/AIDS dan LGBT di Banten yakni akan membuat regulasi khusus tentang larangan LGBT dan nikah sesama jenis. Namun hal itu masih harus menunggu aturan dari pemerintah pusat terkait larangan LGBT ini.

“Selain itu, untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah hubungan seks sesama jenis atau gay harus dimulai dengan penguatan dalam keluarga. Hal itu dilakukan karena perilaku hubungan seks menyimpang tersebut tidak mengenal batas usia. Intinya pendekatan untuk mengantisipasi gay harus dimulai dari keluarga atau program-programnya harus menyentuh penguatan keluarga,” ujarnya.

Andika menambahkan, Pemprov Banten juga terus mendorong program sosialisasi untuk mengantisipasi maraknya gay. Karena, menurutnya, gay berdampak pada penularan penyakit kelamin atau HIV/AIDS. “Rata-rata penularan HIV/AIDS bukan hanya dari narkoba tapi dari hubungan di antaranya sesama jenis. Atau jeruk makan jeruk,” Andika berseloroh.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten Siti Ma’ani Nina mengatakan, untuk mencegah makin banyaknya perilaku seks menyimpang atau LGBT di Banten, butuh perhatian dari semua pihak. “Semua pihak harus terlibat dalam mengatasi hal ini,” katanya.

Menurutnya, yang lebih penting dalam mencegah terjadinya penyimpangan seksual yaitu pengawasan dari keluarga. “Jadi, semua pihak harus terlibat, baik media, alim ulama, orang tua, pemerintah, maupun elemen masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mendorong Pemprov Banten segera membuat terbentuknya peraturan daerah yang melarang LGBT di Banten. Asep mengaku prihantin dengan banyaknya jumlah kasus penyimpangan seksual yang dilakukan oleh remaja Banten. Karena penyimpangan seksual bisa merusak generasi bangsa.

“Dalam waktu dekat saya akan melakukan komunikasi dengan sejumlah stakeholder, terutama kalangan ulama dan pengurus pondok pesantren di Banten untuk membuat kajian terkait persoalan penyimpangan seksual ini,” kata Asep.

Asep menjelaskan, hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi bahan untuk membuat peraturan daerah yang tujuannya untuk meminimalisasi penyimpangan seksual yang terjadi di Provinsi Banten.
“Nanti saya akan menugaskan Komisi I untuk membuat kajian regulasi, terkait penanganan penyimpangan seksual yang sangat memprihatinkan ini,” ungkapnya. (satibi)

Beri komentar


Security code
Refresh