Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


9 Perusahaan Dapat Proper Merah


SERANG- Sebanyak 9 perusahaan di Banten mendapat proper merah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK). Penilaian tersebut didapat karena perusahaan dinilai buruk dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Berdasarkan surat keputusan (SK) Menteri LHK nomor SK.696/Menlk/Setjen/Kum.1/12/2017 tentang hasil penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup tahun 2016-2017 disebutkan, ada 1.819 perusahaan dilakukan pemilihan dan penetapan peserta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.786 perusahaan memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai peserta. Ada 22 perusahaan tidak dapat ditetapkan sebagai peserta karena sedang dalam proses penegakan hukum.
Sedangkan 11 perusahaan sudah tidak beroperasi.

Dalam Sk tersebut ada 5 pemeringkatan yang diberikan dari yang tertinggi hingga terendah. Kelimanya adalah proper emas, hijau, biru, merah dan hitam. Ada beberapa yang menjadi penilaian seperti pelaksanaan dokumen atau studi lingkungan, pengenalan emisi udara, pengelolaan limbah bahan beracun dan berbahaya serta pengendalian pencemaran air.

Hasilnya, terdapat 117 perusahaan di Banten yang mendapat penilaian dengan rincian 108 perusahaan mendapat proper biru, dan 9 mendapat proper merah. Perusahaan dari Banten tak satu pun yang mendapat proper emas, hijau atau hitam.

Adapun 9 perusahaan yang mendapat proper merah terdiri atas PT Cerestar (jenis industri  tepung) di Kota Cilegon, PT Dharma Polymetal (komponen otomotif) di Kabupaten Tangerang, dan PT Filamendo Sakti (perusahaan tekstil) di Kota Tangerang.

Kemudian, PT Forisa Nusapersada (makanan dan minuman) di Kabupaten Tangerang, PT Nippon Shokubai (petrokimia) di Kota Cilegon, dan PT Propan Raya ICC Plant II (cat) di Kabupaten Tangerang. Selanjutnya, PT Rinnai Indonesia (kompor gas) di Kabupaten Tangerang, PT Triseno Materials Indonesia (petrokimia) di Cilegon serta PT Sumi Indo Kabel Tbk (kabel) di Kota Tangerang.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dalam SK tersebut menuturkan SK telah diterbitkan pada 15 Desember 2017 dan berlaku sejak dikeluarkan. SK juga telah ditembuskan kepada 6 menteri. “Menteri energi dan sumber daya mineral, menteri perindustrian, menteri perdagangan, menteri kelutan dan perikanan, menteri pertanian, menteri BUMN serta seluruh gubernur se-Indonesia,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten M Husni Hasan membenarkan terkait hasil penilaian pengelolaan lingkungan hidup tersebut. "Ya (benar). Yang paling jelek lagi itu adalah hitam, yang termasuk gagal dalam mengimplementasi pengelolaan lingkungan,” katanya.

Menurutnya, 9 perusahaan yang mendapat proper merah diwajibkan untuk memperbaiki pengelolaan lingkungan hidup di lingkungan perusahaan. Perusahaan yang mendapat proper biru juga diminta untuk bisa meningkatkannya.

“Untuk perusahaan yang telah mendapatkan nilai tidak baik, perbaiki kinerja pengelolaan lingkungan. Laksanakan komitmen yang sudah mereka sepakati, yang tertuang dalam RKL/RPL (rencana pengendalian dan pengelolaan lingkungan)," jelasnya. (dewa)


Beri komentar


Security code
Refresh