Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Pedagang Minta Bulog Gelar OP


SERANG- Sejumlah pedagang beras di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, mengeluhkan tentang kenaikan harga beras yang terjadi setiap saat. Namun sejauh ini tidak ada upaya dari pemerintah untuk melakukan stabilisasi harga, sehingga kenaikan harga menjadi liar. Pedagang meminta Bulog (badan urusan logistik) turun menggelar operasi pasar (OP) beras.

Hakim, pedagang beras di Pasar Induk Rau mengatakan bahwa kenaikan harga beras sudah terjadi sejak sebulan lalu, dan masih terus terjadi sampai saat ini. Ia mencontohkan harga beras dengan kualitas rendah semula hanya Rp 8.000 sampai Rp 7.500 per kilogram (kg), tetapi saat ini naik menjadi Rp 11.000 per kg.

Harga beras dengan kualitas sedang semula hanya Rp 9.000 per kg tetapi saat ini naik menjadi Rp 12.000 atau Rp 11.500 per kg. Sedangkan beras dengan kualitas baik atau super sebelumnya hanya Rp 11.000 per kg, saat ini naik menjadi Rp 12.500 per kg. “Pusing kita kalau terus-terusan naik,” kata Hakim, Minggu (7/1).

Hakim mengatakan bahwa bila kondisi seperti ini tetap terjadi maka pedagang beras tidak akan bisa mendapatkan keuntungan karena ketika beras hasil pembelian kemarin dijual hari ini ketika esok akan membeli beras yang baru harganya naik kembali. Sehingga, keuntungan terpaksa digunakan untuk membeli modal lagi.

Ia mengungkapkan bahwa berkaca pada pengalaman sebelumnya biasanya pemerintah, khususnya pada era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika terjadi kenaikan harga yang tak terkendali maka pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) menggelar operasi pasar untuk menyetabilkan harga.

Sementara saat ini pada era presiden Joko Widodo, hal tersebut tidak dilakukan sehingga harga beras tidak terkendali dan liar. Akibatnya yang dirugikan tidak hanya pedagang melainkan juga masyarakat secara umum sebagai konsumen.

Untuk itu ia meminta kepada pemerintah, khususnya Bulog, untuk segera menggelar operasi pasar agar harga beras bisa stabil atau turun. “Sekarang harga beras masih terus naik soalnya belum ada kontrol dari pemerintah. Biasanya ada operasi pasar kalau sekarang nggak ada,” ujarnya.

Ayu, pedagang beras lain membenarkan apa yang disampaikan oleh Hakim. Ia mengatakan bahwa saat ini jangankan mendapatkan keuntungan, kembali modal saja sudah beruntung. Sedangkan konsumen banyak yang terkaget-kaget karena kenaikan harga terlalu sering. “Ya kita juga susah mau ngejelasinnya,” katanya.

Masa panen di Banten, khususnya untuk wilayah Banten, berdasarkan informasi dari pengusaha yang suka memborong gabah dari petani, panen kemungkinan baru akan terjadi pada Februari 2018 sehingga beras baru akan masuk ke pasaran pada bulan Maretnya. “Kenaikan harga sudah ada 3 mingguan,” katanya

Sementara itu hingga berita ini ditulis, konfirmasi dari Bulog Subdivre Serang masih belum diperoleh. Kepala Seksi Pelayanan Publik Bulog Subdivre Serang Khairullah tidak mengangkat telepon ketika dihubungi Banten Raya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh