Crime News

Pelaku Utama Pembunuhan Siti Dituntut 10 Tahun

News image

SERANG - ER (18), terdakwa pembunuhan Siti Marhatusholihat (17), warga Ka...

Hukum & Kriminal | Rabu, 17 Januari 2018 | Klik: 26 | Komentar

Baca

Tabrak Mobil, Pengendara Motor Tewas

News image

SERANG- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Abdul Fatah Hasan, Ko...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 94 | Komentar

Baca

Babeh Terancam 15 Tahun

News image

JAKARTA- Kembali terjadinya kasus sodomi membuat khawatir beberapa pihak. Menteri Pe...

Hukum & Kriminal | Senin, 8 Januari 2018 | Klik: 69 | Komentar

Baca


Tekan Harga Beras Bulog Gelar Operasi Pasar


SERANG- Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Serang menggelar operasi pasar (OP) guna menekan harga beras yang setiap hari naik. Bulog menyiapkan 2.600 ton beras guna operasi pasar ini.

Kepala Seksi Pelayanan Publik Bulog Subdivre Serang Khairullah mengatakan bahwa sudah beberapa minggu terakhir harga beras di pasaran naik dan tak terkendali. Untuk menekan harga itu maka Bulog Subdivre Serang menggelar operasi pasar di Pasar Lama. “Ada 2.600 ton beras di gudang cukup untuk 5 bulan ke depan. Bisa digunakan buat OP atau bansos di Kabupaten Serang,” kata Khairullah, Kamis (11/1).

Khairullah mengungkapkan bahwa operasi pasar atau OP akan dilakukan sampai dengan 31 Maret 2018 atau sampai harga beras turun. Harga beras biasanya akan turun ketika panen raya sudah masuk. Wilayah Banten baru akan memasuki masa panen raya pada Maret mendatang.“Kalau sudah panen raya harga beras biasanya turun,” ujarnya.

Khairullah mengatakan bahwa operasi pasar difokuskan di pasar-pasar yang masuk ke dalam pencatatan Badan Pusat Statistik (BPS), salah satunya Pasar Lama Kota Serang. Ke depan operasi pasar bisa juga dilakukan di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Serang.

Dalam operasi pasar kali ini pedagang beras juga diminta menjual beras dari Bulog yang harganya lebih murah dengan kualitas setara dengan beras kualitas sedang. Meski demikian bantuan dari penjual beras ini bersifat suka rela dan tidak ada paksaan.“Kalau ada pedagang yang mau bantu Bulog dan pemda akan kita fasilitasi untuk menjual beras dari Bulog,” tuturnya.

Para pedagang yang membantu menjual beras Bulog membeli beras dengan harga Rp 8.650 per kilogram (kg) dan dijual ke konsumen dengan harga Rp 9.300 per kg. Dengan demikian ada selisih Rp 600 sebagai keuntungan yang bisa didapatkan penjual beras. “Akan ada pengiriman 3.000 ton beras dari Bulog Divre Jakarta untuk memenuhi kebutuhan di sini,” ujar Khairullah.

Ade, pedagang beras di Pasar Lama membenarkan tingginya harga beras saat ini. Setiap kali ia belanja beras akan ada kenaikan sekitar Rp 200 per kg. Akibat kenaikan itu saat ini harga beras menjadi sangat tinggi.

Ia mencontohkan beras dengan kualitas super yang biasanya disebut beras Karawang saat ini harganya mencapai Rp 13.000 per kg. Ia sendiri enggan membeli beras tersebut karena bingung akan menjualnya dengan harga berapa. Sementara konsumen selalu mengeluh bila harga terlalu tinggi. “Kita nggak ambil karena bingung ngejualnya berapa,” katanya.

Beras dengan kualitas sedang saat ini Rp 11.000 per kg. Beras jenis ini dikenal beras Jawa karena didatangkan dari wilayah Jawa Tengah seperti Rojolele. Beras jenis inilah yang dijual oleh Bulog dalam operasi pasar ini. Ade sendiri bersedia menjual beras Bulog karena keuntungan yang lumayan.“Setiap OP saya selalu bantu jual beras Bulog buat nekan harga beras,” ujarnya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh