Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Kemacetan di Trondol Turunkan Minat Wisatawan


SERANG-
Kemacetan di terowongan Trondol, Kecamatan Serang, sampai saat ini belum dapat diatasi. Padahal, jalan ini merupakan salah satu jalan alternatif menuju Kawasan Banten Lama. Bila kondisi ini tidak segera diperbaiki, maka dapat menurunkan minat wisatawan yang ingin mengunjungi Kawasan Banten Lama.

Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Banten Roni Hardiriyanto Adali mengatakan bahwa Kawasan Banten Lama mempunyai potensi wisata yang luar biasa. Setiap tahun pengunjung Banten Lama mencapai ribuan orang. Sayangnya akses jalan menuju ke Banten Lama masih perlu ditingkatkan, baik dari kualitas maupun kuantitasnya. “Terutama jalan yang ada terowongannya dan membuat macet,” kata Roni, Kamis (8/2).

Roni mengungkapkan bahwa kemacetan di terowongan Trondol yang sudah menahun akan menghambat pengembangan wilayah Banten Lama dari jalur utara. Bila tidak segera diatasi, maka akan membuat minat wisatawan yang akan menuju Banten Lama menurun. Tidak ada wisatawan yang mau terjebak dalam kemacetan ketika berniat bersenang-senang di lokasi wisata. “Kemacetan ini sudah bertahun-tahun jadi harus segera diatasi,” ujarnya.

Yang tdiak kalah penting, kata Roni, jalan menuju Banten Lama harus diperlebar, sehingga penataan akan lebih mudah. Apalagi saat ini keberadaan pemukiman dan pusat bisnis relatif masih sedikit di sepanjang jalur menuju Banten Lama. Karena itu penataan akan jauh lebih mudah daripada menunggu lokasi tersebut padat dengan rumah penduduk atau menjadi pusat bisnis. “Konektivitas jalan menuju Banten Lama harus ditata dari sekarang,” katanya.

Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Kota Serang Djoko Sutrisno mengatakan bahwa pembangunan terowongan Trondol di Kelurahan Kaligandu dan terowongan Kidemang di Kelurahan Unyur dibangun oleh PT Astra Infra Toll Road (dulu beranama PT Marga Mandalasakti), pengelola tol Tangerang-Merak, pada tahun 1990-an.

Ia memperkirakan saat membangun terowongan tersebut PT Astra Infra Toll Road tidak membayangkan daerah tersebut akan berkembang pesat dengan menjamurnya perumahan. Karena itu lebar terowongan relatif kecil. “Pembangunan terowongan sepertinya tidak mengantisipasi kondisi sekarang ini,” katanya.

Untuk itu sulit mengatasi kemacetan di terowongan tersebut bila opsi yang dipilih adalah melebarkan terowongan. Gagasan membangun fly over pun, menurutnya, akan menghadapi kendala, karena kaki dari fly over akan sangat panjang.

Ia memperkirakan bila fly over dibangun di terowongan Trondol, maka kakinya akan sampai ke perempatan Trondol. “Terowongan Kaligandu dan Unyur tidak mengantisipasi pembangunan sehingga macet seperti sekarang,” katanya.

Karena itu solusi yang menurutnya masuk akal adalah dengan membangun jalan frontage dari arah Kaligandu ke Unyur. Hal itulah yang saat ini sedang dibangun oleh Pemerintah Kota Serang. Saat ini pembangunan baru pada tahap pembangunan jembatan. Pembangunan yang sudah dilakukan sejak tahun lalu itu akan dilanjutkan pada tahun ini. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh