Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Banten Darurat Bencana


SERANG
- Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) telah mengeluarkan status darurat bencana. Hal tersebut dilakukan menyusul serangkaian bencana yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Banten beberapa waktu terakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Sumawijaya mengatakan, pemprov telah merespon cepat terkait rangkaian bencana yang terjadi belakangan. Bahkan gubernur sudah turun tangan dengan mengeluarkan status darurat bencana untuk Banten.

“Belum lama ini gubernur sudah mengeluarkan surat darurat bencana menindaklanjuti surat darurat bencana dari Pemkab Lebak, Pemkab Pandeglang dan Pemkab Serang,” ujarnya saat dihubungi wartawan via sambungan seluler, Minggu (11/2).

Mantan Asisten Daerah (Asda) I Pemprov Banten itu menuturkan, dengan status tersebut pihaknya telah memberlakukan kesiapsiagaan baik untuk peralatan maupun personel BPBD selama 24 jam setiap hari. Sehingga ketika bencana datang, BPBD Banten siap memberi bantuan sesecepatnya ke daerah terdampak. “Bantuan sudah kita siapkan di gudang. Jika dibutuhkan kita angkut,” katanya.

Disinggung soal bantuan apa saja yang sudah disiapkan, Sumawijaya merinci terdiri atas tangki air yang mudah berpindah tempat atau portable, perahu karet hingga peralatan dapur umum. Meski tidak bisa menyebutkan secara rinci namun dia memastikan jumlah peralatan penanganan bencana, cukup  untuk menangani satu daerah.

Untuk saat ini, kata dia, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meterologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Serang terkait prakiraan cuaca dan peringaran dini. Hal itu akan diteruskan ke BPBD kabupaten/kota agar tindakan pencegahan bisa lebih optimal.

“Kami terus berkoodinasi dengan semua pihak terkait. Selain penanggulangan, kami juga harus mengoptimalkan pencegahan. Kepada semua pihak diharapkan untuk memperhatikan jika BMKG mengeluarkan peringatan dini,” ungkapnya.

Seperti diketahui, di awal tahun ini Banten beberapa kali dihantam bencana. Seperti bencana gempa yang berpusat di Kabupaten Lebak dengan kekuatan 6,1 skala richter, Selasa (23/1). Akibatnya, seribuan rumah mengalami kerusakan, baik rusak ringan, sedang hingga berat.

Selanjutnya adalah peristiwa longsor tebing underpass atau terowongan bawah tanah di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Senin (5/2). Bencana itu menewaskan seorang warga asal Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Yang terbaru, terendamnya sejumlah lingkungan (rumah) warga di Kota Cilegon setelah diguyur hujan pada akhir pekan kemarin.

Berdasarkan data yang dihimpun Banten Raya dari BPBD Banten, terdapat 92 kecamatan yang rawan longsor (data lengkap lihat tabel). Prakirawan BMKG Klas 1 Serang Trian Asmarahadi meminta, kepada semua pihak untuk selalu waspada mengingat saat ini sedang memasuki puncan musim hujan. Kondisi tersebut akan terus bertahap hingga akhir bulan dan akan mulai mereda pada Maret.

“Januari dan Februari puncak musim hujan. Maret mulai mereda, kami imbau kepada masyarakat untuk selalu waspada. Untuk memperbarui informasi, masyarakat bisa mengakses website resmi BMKG di www.bmkg.go.id,” tuturnya.

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Banten Budi Prajogo menuturkan, untuk keperluan mendesak, pemprov bisa menggunakan dana tak terduga (TT) yang tahun ini dianggaran senilai Rp 50 miliar.“Tahun ini Rp 50 miliar, kalau diperaturan setengah persen dari APBD (APBD Banten 2018 senilai Rp11,3 triliun). Dicairkan bertahap, kan kita tidak tahu apakah ada bencana lagi atau tidak. Khawatirnya nanti ada bencana lagi,” katanya. (dewa)





Beri komentar


Security code
Refresh