Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


Kaum LGBT Perlu Direhabilitasi


SERANG
- Koordinator Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS pada Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten Jordan MA Jempormase menilai, kaum lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) di Banten harus mendapatkan rehabilitasi.

Sebab, Jordan menilai, kaum LGBT adalah korban dari pengaruh lingkungan dan pergaulan yang saat ini mulai merusak remaja di Banten. "Sehingga, kaum LGBT harus disembuhkan melalui rehabilitasi,” kata Jordan kepada Banten Raya, Selasa (13/2).

Ia mengatakan, rehabilitasi bisa dilakukan dengan melibatkan sejumlah pakar, dan ditempatkan di lokasi khusus. Perlakuan tersebut sama dengan pengguna narkotika. “Namun metode apa yang digunakan untuk merehabilitasi, saya belum paham karena masih membutuhkan kajian lebih dalam,” ungkapnya.

Usulan rehabilitasi bagi perilaku LGBT disambut baik oleh Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah. Menurut Asep, rehabilitasi bagi komunitas LGBT bisa dengan melibatkan pakar agama, yaitu rehabilitasi dengan menggunakan pendekatan agama dan kekeluargaan. “Saya menilai dengan adanya pendekatan keluarga dan agama, komunitas LGBT di Banten bisa ditekan,” katanya.

Asep mengaku  pihaknya juga sudah melayangkan surat nota dinas kepada Komisi V DPRD Banten untuk membuat kajian tentang pembentukan Raperda tentang pencegahan penyakit masyarakat salah satunya adalah LGBT yang angkanya sudah sangat memprihatinkan. “Saya sudah melayangkan surat kepada Ketua Komisi V untuk membuat kajian pembentukan raperda tentang pencegahan penyakit masyarakat,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Asep menjelaskan, nota dinas tersebut merupakan hasil audensi antara pimpinan DPRD Banten dengan Forum Persaudaraan Umat Islam Banten, pada Rabu 31 Januari 2018, yang membahas mengenai tolak LGBT, minuman keras, perzinahan, perjudian dan narkotika.

“Nota dinas tersebut sudah kami layangkan ke Komisi V DPRD Banten pada ranggal 12 Februari, dan saya harap nota dinas ini menjadi perhatian serius Komisi V DPRd Banten untuk membuat kajian,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Ikhsan mengaku masih membutuhkan kajian untuk menerapkan rehabilitasi yang tepat bagi perilaku LGBT di Banten, jika memang mereka harus mendapatkan rehabilitasi. “Saya masih belum paham metode apa yang akan digunakan, jika harus merehabilitasi perilaku LGBT. Sehingga, masih harus mendapatkan kajian yang mendalam,” imbuhnya.

Seperti diketahui, jumlah LGBT di Banten mencapai 38.209 jiwa. Akibat dari perilaku LGBT ini, masyarakat Banten rentan terserang penyakit HIV/AIDS, sarkoma kaposi atau kanker kulit dan penyakit inveksi seks menular lainnya. (satibi)

Beri komentar


Security code
Refresh