Crime News

Ayah Perkosa Anak Kandung Hingga Hamil

News image

SERANG - F (17), warga Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok, Kota ...

Hukum & Kriminal | Sabtu, 17 Februari 2018 | Klik: 83 | Komentar

Baca

Pemilik Toko Alat Listrik Tewas Bersimbah Darah

News image

PANDEGLANG - Siti Aminah (30), tewas di rumahnya, di RT01/01, ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 14 Februari 2018 | Klik: 60 | Komentar

Baca

Bayi Perempuan Dibuang di Semak-Semak

News image

PANDEGLANG - Warga Kampung/Desa Sekong, Kecamatan Cimanuk digegerkan dengan penemuan ...

Hukum & Kriminal | Kamis, 8 Februari 2018 | Klik: 86 | Komentar

Baca


300 Nelayan Karangantu Belum Miliki Kartu Nelayan


SERANG-
Dari sekitar 600 nelayan yang terdata di Dinas Pertanian Kota Serang sekitar 300 di antaranya belum memiliki kartu nelayan. Padahal kartu ini merupakan kartu asuransi untuk mereka ketika terjadi
kecelakaan saat mencari ikan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Serang Anis S Salam mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan sekitar 300 kartu nelayan kepada nelayan Karangantu. Meski demikian masih ada 300 nelayan lainnya yang belum mendapatkan kartu yang merupakan program dari kementerian kelautan dan perikanan (KKP) ini.

“Kartu yang sudah diserahkan antara 275 sampai dengan 300 nelayan dari 600 nelayan yang ada di Karangantu. Sisanya akan kita selesaikan secepatnya,” kata Anis saat dihubungi Banten Raya melalui sambungan telepon, Selasa (13/2).

Anis mengungkapkan bahwa dengan memiliki kartu asuransi itu maka nelayan yang terkena musibah saat mencari ikan seperti kecelakaan, akan mendapatkan asuransi kecelakaan sebesar Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Namun bila kecelakaan tersebut menyebabkan kematian maka nilai asuransi yang akan didapatkan mencapai Rp 25 juta. “Karena nanti akan mendapatkan asuransi jadi harus betul-betul diurus dengan cermat,” ujarnya.

Anis mengatakan bahwa ada sejumlah kendala yang dihadapi ketika akan menerbitkan kartu nelayan ini sehingga sampai saat ini belum seluruhnya dapat diberikan. Beberapa kendala itu misalkan karena nelayan yang bersangkutan tidak mempunyai KTP. Padahal KTP penting untuk mendata di mana domisili nelayan tersebut. Kendala lain kepemilikan perahu beralih dari orang tua kepada anaknya.“Misalnya karena orang tuanya meninggal dunia dan diganti anaknya,” ujarnya.

Anis menyatakan bahwa pihaknya telah mengajukan bantuan kapal berikut alat tangkapnya sejak tahgun 2017 lalu. Namun sampai saat ini belum ada informasi mengenai kapan bantuan tersebut akan turun. Yang sudah jelas adalah bantuan perluasan benih ikan di Kelurahan Bendung yang akan turun tahun ini.“Untuk bantuan perahu sudah kita usulkan di tahun 2017 untuk 7 kelompok dari 250-an kelompok nelayan yang ada,” katanya seraya menambahkan dalam satu kelompok biasanya berisi 5 orang nelayan.

Widri, salah seorang nelayan Karangantu mengungkapkan bahwa seluruh nelayan di Karangantu, setidaknya yang sudah ia kenal, sudah memiliki kartu nelayan seluruhnya. Ia mengatakan keberadaan kartu tersebut amat membantu nelayan apalagi bila terjadi kecelakaan di laut. “Saya sudah dapet kartunya dari setengah tahun kemaren,” katanya. (tohir)

Beri komentar


Security code
Refresh