Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 244 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 267 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 699 | Komentar

Baca


APBD 2013 Rp 2,78 trliun

TANGERANG - Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui rapat paripurna DPRD Kabupaten Tangerang menetapkan APBD Kabupaten Tangerang 2013 sebesar Rp 2,78 triliun.

Rapat paripurna penetapan APBD tersebut merupakan kali terakhir Bupati Tangerang Ismet Iskandar mengikutinya. Karena tinggal beberapa bulan lagi bupati Tangerang periode 2013-2018 akan dipimpin oleh bupati terpilih. "Ini adalah rapat paripurna terakhir Pak Bupati Ismet Iskandar dalam penetapan anggaran. Karena, sebentar lagi akan digantikan oleh bupati terpilih," ungkap Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Tangerang Iskandar Mirsyad kepada Banten Raya, Senin (10/12).

Iskandar menjelaskan, untuk APBD Kabupaten Tangerang 2013 paling besar adalah untuk dinas pendidikan, dinas kesehatan, dan dinas cipta karya. Untuk dinas pendidikan, lanjut Iskandar, pada tahun 2013 nanti akan melakukan pengadaan tanah, untuk sekolah-sekolah SD yang masih menumpang. Untuk sekolah-sekolah SD yang sudah mempunyai lahan akan segera dibangun. "Program paling krusial di dinas pendidikan pada tahun 2013 nanti adalah, pemerintah akan melakukan pengadaan tanah untuk sekolah-sekolah yang masih menumpang. Untuk sekolah SD khusunya. Bagi sekolah yang sudah memiliki ketersediaan lahan, akan kita lakukan pembangunan," kata Iskandar.

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Amran Arifin menjelaskan, besarnya anggaran APBD untuk dinas pendidikan tersebut cukup beralasan. Karena, kata dia, tingkat kebutuhan pendidikan. Belum lagi persoalan infrastruktur, biaya pendidikan, dan gaji guru juga sangat besar. "Anggaran pendidikan anak didik ini cukup tinggi. Belum lagi kalau kita melihat infrastruktur, sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Tangerang, ini sangat dibutuhkan. Itu termasuk dana dana alokasi khusus (DAK)," kata Amran. (widi)

Beri komentar


Security code
Refresh