Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 495 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 610 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 487 | Komentar

Baca


Terbawa Arus Ombak, Kapal Tanker Terdampar

MERAK - Ombak besar di laut Jawa mengakibatkan sebuah kapal Tanker dengan nama lambung Trichem Bonita terdampar di pinggir pantai Hotel Beach Merak, Jumat (4/1) malam lalu. Namun, hingga Minggu (06/01) siang, kapal tanker tersebut masih terlihat terkatung-katung di sekitar pantai. Sebelumnya, kapal tanker tersebut akan dievakuasi menggunakan tugboat, namun tidak bisa dilakukan karena arus ombak besar cukup besar, sehingga tidak mampu ditarik. AKibatnya, kapal itu menjadi tontonan warga yang melintas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Banten Raya, kapal yang berawak 17 orang itu berasal dari Makasar. Pada hari Jumat (04/11) lalu, kapal itu berencana mengisi muatan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Pertamina Tanjung Gerem, Kota Cilegon. Namun naas, kapal dengan panjang kurang lebih dari 70 meter itu belum sempat mengisi BBM karena langsung dihantam ombak besar dan seketika mengalami gangguang mesin. Akhirnya kapal berwarna biru dan merah tua itu terhempas hingga ke tepian pantai. Meskipun demikian, belum ada keterangan resmi dari awak kapal mengenai kapal tersebut. Ketika beberapa wartawan mencoba mengkonfirmasi, awak kapal selalu menghindar. "Saya no comment pak," kata salah seorang awak kapal yang enggan menyebutkan nama.

Sementara itu, Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Banten Baptis Soegiharto mengatakan, kapal tersebut belum bisa dilakukan evakuasi karena cuaca di Perairan Merak belum normal, sehingga proses evakuasi ditunda. Kapal tersebut akan dievakuasi setelah cuaca normal dengan menggunakan kapal lainnya. "Kami menunggu angin dan gelombang redah. Kalau angin kencang seperti saat ini tidak bisa dievakuasi," kata Baptis.

Sebelum dilakukan evakusai, Baptis menjelaskan, pihaknya telah mengintruksikan kalau kapal yang terdampar itu agar diikatkan di pohon menggunakan tambang. Itu dilakukan agar kapal tersebut tidak terjungkal terhantam ombak dan karam. "Kalau terbalik malah jadi repot. Makanya kami intruksikan agar diikat di pohon kelapa supaya tidak terguling," ujarnya.

Terpisah, Hanafi, salah seorang warga yang melihat kapal terdampar mengatakan, kapal tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi warga yang melintas. Bahkan warga juga mengambil momen deburan ombak yang menghantam badan kapal menggunakan kamera. "Saya mengambil foto hanya untuk diliatin sama temen-temen saja, kalau disini ada kapal terdampar," kata Hanafi. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh