Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 507 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 629 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 496 | Komentar

Baca


3 KECAMATAN TERENDAM BANJIR

TANGERANG - Di Kabupaten Tangerang, hujan yang mengguyur sejak Kamis (9/1) pagi, mengakibatkan tiga kecamatan terendam banjir. Tiga kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Tigaraksa, Jayanti, dan Kecamatan Kresek. Untuk menghindari terjadinya banjir susulan, warga diungsikan ke tempat-tempat yang lebih tinggi. Namun karena terbatasnya peralatan, evakuasi terhambat. Bahkan sampai pukul 11.30, warga juga belum mendapatkan bantuan makanan.

Camat Tigaraksa Mas Yoyon Suryana menjelaskan, banjir memasuki wilayahnya terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00. Air yang disebabkan oleh meluapnya Kali Cimanceri tersebut merendam sedikitnya 6 desa, di antaranya Desa Pematang, Cisereh, Pasir Bolang, Kadu Agung, Pabuaran, dan Pasirnangka. Namun yang paling parah terjadi di Desa Pasirnangka. Di desa ini, air merendam dua perumahan, yaitu perumahan Mustika, dan Komplek Perumahan Griya Cibadak. Di perumahan Mustika, air menggenang hingga 1,5 meter. “Secara keseluruhan, di wilayah Kecamatan Tigaraksa 1.300 rumah yang terendam. Tapi sebagian sudah surut. Hanya di perumahan Mustika dan Griya Cibadak yang terlihat parah. Karena debit air sampai satu setengah meter, dan rumah yang terendam ada sekitar 500 rumah,” ujar Yoyon kepada Banten Raya, saat meninjau lokasi banjir, kemarin.

Pantauan Banten Raya, evakuasi warga mengalami kendala. Hanya ada satu perahu karet bantuan dari Tagana Kabupaten Tangerang. Untuk sementara, warga diungsikan di Mushola Al Nasrullah, dan di bibir komplek yang tanahnya lebih tinggi. “Memang kami terkendala dalam evakuasi korban banjir ini. Hanya ada satu perahu karet yang digunakan untuk mengevakuasi warga yang terjebak. Karena, banjir ini hampir serentak terjadi di beberapa kecamatan, seperti Jayanti, Kresek, dan di Tigaraksa ini. Saat ini, warga sudah kita siapkan tempat untuk sementara, yaitu di mushola dan dekat perumahan yang tanahnya lebih tinggi,” katanya.

Tusman, salah seorang relawan Tagana Kabupaten Tangerang menjelaskan, personilnya dibagi ke beberapa kecamatan yang terendam banjir. Jadi untuk memberikan pelayanan dalam mengevakuasi warga yang terjebak banjir sedikit terkendala. “Dalam melakukan evakuasi, kami memprioritaskan ibu-ibu hamil, manula, orang yang sedang sakit serta anak-anak terlebih dahulu. Karena kami hanya bisa membawa satu perahu karet. Selebihnya dibagi ke beberapa kecamatan yang juga terendam banjir,” tandasnya.

Suprapto (32), salah seorang pengungsi di Mushola Al Nasrullah Komplek Perumahan Tigaraksa mengeluh karena sejak pukul 05.00 hingga pukul 11.30 belum mendapatkan bantuan apapun. “Kami baru mendapat bantuan sekitar jam 12 siang. Yaitu nasi bungkus dan mie instansi yang dibawa camat,” katanya.

Petugas Pengendali Operasi (Dalop) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Tangerang Kusnadi menjelaskan, pihaknya sudah menerjunkan petugas di tiga kecamatan yang terendam banjir. Sejauh ini pihaknya juga sedang melakukan pendataan, serta berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait, termasuk Tagana. “Kami sudah menerima laporan dari tiga kecamatan yang terkena banjir, yaitu Jayanti, Kresek dan Tigaraksa. Kami juga sudah berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait, serta Tagana untuk melakukan evakuasi. Namun, kami belum bisa memberikan data yang rinci, ada berapa rumah yang terendam banjir. Karena banjir ada di tiga wilayah. Tapi diperkirakan, lebih dari lima ratusan rumah yang terendam,” pungkasnya. (widi)

Beri komentar


Security code
Refresh