Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 863 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 578 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 708 | Komentar

Baca


PKL Pasar Kranggot Ditertibkan


CILEGON
- Puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menutupi bahu jalan dan trotoar jalan masuk Pasar Kranggot di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang ditertibkan oleh petugas keamanan gabungan dari kepolisan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perindustria, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Cilegon, Senin (9/1). Hal itu dilakukan, karena keberadaan pedagang itu sering menimbulkan kemacetan lalu lintas akibat seenaknya membuka lapak di bahu jalan.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan dan Pembinaan Pasar pada Disperindagkop Kota Cilegon, Muhammad Satiri mengatakan, keberadaan lapak PKL dibahu jalan masuk pasar membuat kondisi Pasar Kranggot semrawut, sehingga perlu ditertibkan. "Kita sudah memberikan surat imbauan kepada mereka untuk tidak berjualan disana kembali. Namun mereka tetap berjualan disana," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Satiri, sebelum dilakukan penertiban, pihaknya sudah memberikan solusi dengan menyiapkan hanggar yang dapat ditempati pedagang. Dengan penempatan pedagang di hanggar, kemacetan lalu lintas yang biasa terjadi disana dapat diatasi. "Kita sudah berikan surat himbauan kepada mereka untuk segera pindah dari sana, tapi tidak juga mau pindah. Kalau kita bongkar berarti kita juga tidak salah," tuturnya.

Satiri mengungkapkan, hangar yang disiapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon cukup layak ditempati para pedagang tersebut. Tempat terdebut juga dibuat supaya Pasar Kranggot lebih nyaman, tertib dan tertata rapi. "Seharusnya mereka itu pindah dengan sendirinya tanpa harus dilakukan penertiban oleh kami," ungkapnya.

Satiri menambahkan, dari hasil informasi yang diterimannya, para pedagang enggan menempati hanggar yang sudah disiapkan. Pedagang menilai, lokasi hanggar tidak strategis, sehingga konsumen tidak mau datang dan membeli disana. "Alasan mereka selalu begitu, sepi dan lain sebagainya. Tapi itu bukan satu alasan buat mereka tetap bertahan dilokasi yang dilarang. Kita ingin, pasar kranggot rapi dan tidak semraut," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Pasar Baru Kranggot Cilegon Muhammad Yamin menerangkan, pihaknya melakukan hal tersebut untuk lebih menata bangunan pasar. Sebab, seluruh pedagang yang aktif akan dipindahkan ke dalam 3 hanggar yang sudah disediakan, yaitu hanggar Blok F, Barat dan Utara. "Kami sudah sering tertibkan seluruh PKL dan terus kami pantau," terangnya.

Diejaskan Yamin, agar tidak ada lagi yang berjualan di pinggir maupun badan jalan, para pedagang akan dipindahkan ke hanggar yang disediakan. Dengan begitu, pasar Kranggot menjadi rapih. "Diharapkan seluruh pedagang dapat pindah dengan sendirinya. Tidak perlu ada penertiban," jelasnya.

Terpisah, Pedagang sayur mayur, Muhamad Nuh mengaku, berdagang dibahu jalan dan trotoar jalan masuk Pasar Kranggot sangat strategis dan banyak pembeli yang datang kelokasi tersebut, karena pembeli merasa lebih nyaman dibandingkan membeli didalam pasar. "Kalau di pinggir jalan, mereka lebih mudah membeli sambil membawa motornya, meskipun sering terjadi kemacetan. Jadi mereka lebih memilih beli disini," katanya. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir