Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 377 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 479 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 380 | Komentar

Baca


Pengurus Golkar Batal Mundur


CILEGON -
Tujuh Pengurus Kelurahan (PL) Partai Golongan Karya (Golkar) dari Kecamatan Citangkil batal mengundurkan diri. Sebelumnya, ketujuh pengurus kelurahan itu menyatakan mundur bersama dengan Pengurus Kecamatan (PK) dan beberapa pengurus Parti Golkar Kota Cilegon yang lain. Diduga, hal itu terjadi berkaitan dengan penunjukkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Cilegon, Tb Iman Ariyadi mengatakan, tujuh PL yang pernah mengaku mundur ternyata batal mundur setelah mendapat penjelasan darinya terkait dengan kebijakan memilih Sekda Kota Cilegon. "Tadi pagi (Kemarin-red) PL ke sini (Sekretariat DPD II Partai Golkar Cilegon -red), dan saya jelaskan kalau urusan pemerintahan khususnya Sekda tidak bisa dicampuradukkan dengan urusan politik," kata Iman yang juga menjabat Walikota Cilegon saat ditemui di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kota Cilegon, Senin (9/1).

Dijelaskan Iman, jika urusan pemerintahan dicampuradukkan dengan urusan Partai Politik (Parpol), maka dianggap akan membuat pemerintahan tidak kondusif. "Kalau PK sini minta jabatan ini, nanti PK lain bisa minta kepala dinas lain. Kita tidak ingin ada kavling-kavling (Bagi-bagi jabatan -red) di pemerintahan. Setelah saya jelaskan PL mencabut kembali surat pengunduran diri," jelasnya.

Menurut Iman, dirinya masih menunggu waktu bagi Ketua PK Golkar Citangkil untuk menarik surat pengunduran dirinya seperti PL yang lain. "Makanya kemarin waktu ada pengunduran diri PK dan PL saya tidak langsung menggelar pleno, karena masih ada kesempatan untuk mencabut surat pengunduran diri. Kalau kita langsung pleno kita tidak memberi kesempatan untuk mencabut pengunduran diri," tuturnya.

Ditegaskan Iman, keputusan penentuan Sekda Kota Cilegon dilakukan dengan mempertimbangkan keputusan Panitia Seleksi (Pansel) Sekda yang memberikan nilai. Jika dirinya mengajukan yang nilainya bukan tertinggi, bisa saja dipertanyakan oleh Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten alasan tidak memilih yang nilainya tertinggi. "Jika tidak mengambil nilai tertinggi jadi Sekda juga bisa menjadi perdebatan lagi," tandasnya.

Dikatakan Iman, dirinya belum akan melakukan rapat pleno DPD II Partai Golkar terkait dengan pengunduran diri PK Citangkil. Hingga saat ini, soliditas DPD II Partai Golkar Cilegon tidak terganggu. "Kita lihat sampai satu bulan perkembangannya gimana. Pengunduran diri dalam dinamika organisasi juga hal biasa," katanya.Sementara itu, Pengurus Partai Golkar Kelurahan Deringo, Kecamatan Citangkil, Sudiro belum bisa dikonfirmasi Banten Raya. (gillang)

Beri komentar


Security code
Refresh