Crime News

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 617 | Komentar

Baca

Pembuang Bayi Itu Pelayan Kafe

News image

PASARKEMIS - Sesosok bayi berjenis kelamin perempuan yang ari-arinya masih ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 424 | Komentar

Baca

Puluhan Anak di Pandeglang Diduga Disodomi

News image

PANDEGLANG – Puluhan anak di Desa Sukaraja, Kecamatan Pulosari, Kabupaten ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 24 Maret 2017 | Klik: 536 | Komentar

Baca


Pasar Tradisional Jual Daging Celeng


CILEGON
- Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten menemukan dugaan penjualan daging babi atau daging celeng oplosan di Pasar Tradisonal di Kota Cilegon dan Pasar Modern di Tangerang. Hal itu diungkapkan pada saat pemusnahan 2,8 Ton daging celeng dan 770 kilogram gulma di Balai Karantina dan Pertanian (BKP) Kelas II Kota Cilegon, Kamis (30/3).

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan) Distanak Banten, Edi Wiryana mengatakan, dua hari yang lalu, pihaknya mendapatkan temuan dan laporan masyarakat adanya daging celeng oplosan yang ditemukan di Pasar Tradisional di Kota Cilegon dan Pasar Modern di Tangerang. "Dua hari kemarin, kita temukan adanya dugaan penjualan daging celeng oplosan. Namun karena keterbatasan, kita tidak bisa membuktikannya secara labolatorium," katanya kepada Banten Raya, kemarin.

Menurut Edi, adapun modus yang ditemukan penjualnya berbeda-beda. Di Pasar Tradisional di Kota Cilegon, daging celeng dioplos dengan daging sapi, sedangkan di Pasar Modern di Tangerang daging celeng sudah dikemas menjadi campuran baso. "Untuk itu, kami meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membeli daging. Jangan tergoda dengan harga murah," tuturnya.

Lebih lanjut, Edi mengungkapkan, jika dua temuan itu terbukti, maka penjual dan pemasok daging oplosan dapat dijerat dengan pasal 204 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Tentang Menjual Sesuatu Bersifat Berbahaya dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. "Selalu waspada saat membeli daging sapi di pasaran, sehingga masyarakat harus tahu tentang bagaimana memilih daging sapi yang baik. Jika menemui kejanggalan, maka segera melapor ke aparat kepolisian," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BKP Kelas II Cilegon, Heri Yulianto menerangkan, daging celeng yang dimusnahkan merupakan hasil tangkapan petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Merak yang diserahkan ke BKP. Sedangkan gulmanya merupakan hasil sortasi biji gandum impor asal Australia milik 2 perusahaan pengolahan tepung gandum di kawasan Cilegon-Banten.

"Pemusnahan ini dilakukan sebagai upaya memberikan pangan yang layak untuk dikonsumsi masyarakat dan kehalalan produk daging sapi yang dijual di pasaran. Adapun gulmanya merupakan spesies yang belum ada di Indonesia," terangnya.

Dikatakan Heri, pemusnahan terhadap waste yang mengandung gulma untuk mencegah berkembangbiaknya gulma di Indonesia yang berpotensi menyebabkan kehilangan hasil sekitar 42 persen pada tanaman budidaya seperti jagung, tebu, tembakau, kubis, jeruk dan tanaman lainnya. "Pemusnahan gulma merupakan aspek teknis guna menghindari penyebarannya," kata Heri. (darjat)

Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir