Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 112 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 142 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 142 | Komentar

Baca


Ojek Online Hadir di Serang-Cilegon


CILEGON
- Keberadaan ojek online yang tengah merebak di kota-kota besar kini sudah hadir untuk meramaikan wilayah Serang dan Cilegon. Ojek onlien itu dikenal dengan nama Adajek. Karena itu, warga bisa menikmatinya langsung melalui aplikasi Handphone (HP) berbasis android maupun secara offline.

Hal itu terungkap pada acara peluncuran aplikasi search and go Adajek di Rumah Makan Baruga, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Minggu (9/4). Dimana, rider atau tukang ojek online yang sudah siap berkelana melayani penumpang hampir mencapai 150 orang.

Chief Executive Officer (CEO) Adajek, Teguh ST Mubarakh mengatakan, ojek online yang ia hadirkan di wilayah Serang-Cilegon ini tentu memiliki banyak keunggulan dibanding ojek online di kota besar lainnya. "Ada tiga keunggulan yang kami miliki, rider kami bisa dipesan secara online dan offline, harga relatif standar diantara Rp 1500-2500 perkilometer tergantung waktu, rider yang disiapkan tidak sembarangan dipilih karena melewati proses seleksi dan training," katanya kepada awak media, kemarin.

Pemesanan Adajek secara offline, lanjutnya, memang menjadi suatu yang berbeda dari ojek online lainnya. Dimana, penumpang bisa langsung memberhentikan rider di pinggir jalan tanpa harus memesan dari aplikasi search and go di HP berbasis android. "Namun tetap pemesanan secara offline ini ada aturannya.

Rider harus memasukan data penumpang dari aplikasi stop and go di HP berbasis androidnya. Sehingga, penumpang saat dimintai keterangan nama maupun nomor HP oleh rider jangan khawatir, karena data tersebut langsung masuk kepada data perusahaan Adajek sendiri yang dijamin keamanannya," terangnya.

Setiap rider maupun penumpang, lanjut Teguh, telah difasilitasi asuransi kecelakaan jika terjadi kecelakaan ditengah aktivitas. Selain itu, para rider juga diberikan banyak keuntungan yang berbeda dengan ojek online lainnya, antara lain diberi kesempatan untuk pergi Umroh bagi yang mendapatkan poin terbanyak, dan bisa memanfaatkan bisnis lainnya untuk berjualan pulsa, token listrik, tiket pesawat mulai Juni 2017 mendatang. "Untuk pembagian hasil keuntungan, rider bisa mendapatkan 80 persen, dan perusahaan mendapatkan 20 persen dari pendapatan sekali jalan.

Kami masih membuka rekrutmen rider sampai kapan saja, dengan syarat tertentu, minimal berusia 16-75 tahun, memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) C, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), cek kondisi motor dan lain sebagainya," papar Teguh.

Ditegaskan Teguh, warga Serang-Cilegon tidak perlu sulit mencari rider dari Adajek sendiri, karena setiap rider akan diberikan tanda jaket dan helm serba warna ungu. Teguh meyakini, dengan hadirnya Adajek di Serang-Cilegon tidak akan mengganggu pengemudi ojek konvensional.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Perwakilan Provinsi Banten, Ahmad Subadri mengapresiasi dan mendukung hadirnya Adajek di wilayah Serang-Cilegon. Adajek sendiri juga sudah diminta perjanjian untuk mengikuti peraturan Pemerintah Provinsi Banten. "Ojek ini sudah menjadi ciri khas warga Indonesia untuk mencari nafkah. Jadi sudah kebutuhan mereka juga untuk lebih mudah mencari nafkah yang halal. Saya sangat mendukung untuk mengurangi jumlah pengangguran di Provinsi Banten umumnya, dan tentu ada pemasukan juga untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banten," katanya. (wulan)



Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir