Crime News

Kabur ke Hutan, Pencuri Ditembak Polisi

News image

LEBAK - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lebak menembak dua da...

Hukum & Kriminal | Selasa, 7 November 2017 | Klik: 109 | Komentar

Baca

Uang ATM Ratusan Juta Dibobol Maling

News image

PANDEGLANG – Sebuah minimarket di jalan Pandeglang-Serang, Kampung Cigadung, Kelurahan Ci...

Hukum & Kriminal | Jumat, 3 November 2017 | Klik: 156 | Komentar

Baca

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 613 | Komentar

Baca


Pelaku UMKM Keluhkan Pasar


CILEGON
- Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Cilegon mengeluhkan pemasaran produk yang masih dirasa sulit. Situasi itu membuat para pelaku UMKM membutuhkan bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon demi mencari solusi yang terbaik. Demikian terungkap pada acara Pelatihan Pemasaran Produk UMKM di Restoran Bintang Laguna Cilegon, Selasa (11/4).

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Cilegon, Tatang Muftadi menjelaskan, pihaknya mengundang sebanyak 50 pelaku UMK yang aktif di Kota Cilegon dengan menggandeng narasumber dari Rumah Kreatif PT Bank Mandiri Cabang Cilegon dan pakar pemasaran produk dari Universitas Indonesia (UI).

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemasaran produk bagi para pelaku UMKM di Kota Cilegon dengan cara yang lebih modern dan cepat mengejar target penghasilan.

Kami ingin memperkuat pertumbuhan ekonomi yang bertitik pada UMKM sebagai penggerak utama, roda pembangunan Kota Cilegon dalam rangka peningkatan kesejahteraan para pelaku UMK sendiri," katanya kepada Banten Raya, Selasa (11/4).

Ditempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Koperasi dan UMKM pada Dinas Koperasi dan UMKM Kota Cilegon, Rukanda menerangkan, produk pemasaran UMK ini harus bisa dipasarkan kepada masyarakat luas, baik lokal maupun Nasional.

"Biasanya pelaku UMK memasarkan produk masih dengan sistem titip menitip saja kepada orang yang dikenalnya. Makanya kita arahkan untuk memanggil pihak dari PT Bank Mandiri Cabang Cilegon yang sudah memiliki rumah kreatif, dan produk UMK akan dibantu untuk dipasarkan," terangnya.

Tidak hanya dibantu dipasarkan, pelaku UMK juga dilatih untuk membuat website untuk mempermudah pemasaran secara online yang dapat diketahui masrakat luas. Lalu, jika produk UMK mereka sudah cukup dikenal dan laku dipasaran, Rukanda menyarankan untuk segera membuat koperasi. "Koperasi itu bisa dikelola oleh pelaku UMK sendiri, seperti koperasi yang sudah banyak berdiri di Kota Cilegon, salah satunya Koperasi Srikandi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi dan Kewirausahaan pada Dinas Koperasi UMKM Kota Cilegon, Ika Solika menjelaskan, pelatihan pemasaran sebenarnya sudah rutin dilakukan setiap tahun semenjak Dinas Koperasi UMKM Kota Cilegon masih bergabung dengan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Cilegon yang kini berubah menjadi Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Cilegon.

"Pelaku UMKM secara data terakhir di tahun 2010, pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) di Kota Cilegon berkisar 15 ribu orang. Pada tahun 2018 mendatang, kami akan coba kembali memverifikasi ulang pelaku UMKM yang masih aktif, dan menyaring berapa banyak pelaku yang masuk dalam kategori UMKM," katanya. (wulan)


Beri komentar


Security code
Refresh