Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 11 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 68 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 98 | Komentar

Baca


Standar Nilai Kelulusan SD 6,5 Poin


CILEGON
– Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon telah menyepakati bahwa nilai standar kelulusan Ujian Akhir Sekolah (UAS) jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) mengalami peningkatan dari 6,0 poin pada tahun 2016 menjadi 6,5 poin pada tahun 2017.

Kepala Dindik Kota Cilegon, Muhtar Gojali menerangkan, sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala SD di Kota Cilegon terkait kenaikan nilai standar kelulusuan UAS, dan mereka akhirnya menyepakati dengan antusias. Hal itu dilakukan, tentu dengan tujuan untuk memacu semangat anak didik dalam meraih prestasi yang memuaskan di setiap jenjang pendidikannya.

Meskipun nilai standar kelulusan UAS yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat mencapai 5,5 poin. "Kami sudah berkomunikasi dengan seluruh Kepala SD untuk dipacu anak didinya, supaya mencapai target standar nilai kelulusan UAS 6,5 poin dan mereka juga mengaku setuju. Kami hanya ingin menunjukkan kualitas anak didik di Kota Cilegon lebih unggul," kata Muhtar kepada Banten Raya, Selasa (18/4).

Oleh sebab itu, Muhtar mengimbau kepada seluruh wali murid untuk turut berpartisipasi mengingatkan anak-anaknya yang akan menghadapi UAS pada Mei 2017 nanti. Ia berharap, pelaksanaan UAS jenjang pendidikan SD lebih baik dibanding tahun 2016. "Para wali murid yang memiliki anak yang hendak mengikuti UAS jenjang pendidikan SD, saya harap bisa terus mengawali proses belajarnya di rumah. Jika anak diperhatikan oleh orang tua, tentu rasa semangat belajar anak juga semakin terpacu," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD pada Dindik Kota Cilegon, Humaedi menjelaskan, setiap SD sudah gencar melaksanakan Try Out (TO) sebagai proses ujian untuk mengukur kemampuan kurikulum anak didik yang sudah dibelajarkan di sekolahnya masing-masing, sebelum menghadapi UAS.

"Dindik Kota Cilegon hanya menyarankan satu kali pelaksanaan TO, namun pihak SD diperbolehkan lebih dari satu kali pelaksanaan. Nanti hasil TO dianalisis kembali oleh gurunya, baik soal atau materi mana yang tidak dikuasai oleh anak didiknya," terangnya.

Nilai hasil TO tidak masuk dalam rekapan standar nilai kelulusan anak didik. Setiap guru juga wajib memberikan tambahan jam belajar kepada anak didiknya, untuk membahas materi yang masih dirasa sulit dipahami, maupun soal-soal yang menjadi kisi-kisi soal UAS nanti. "Kisi-kisi soal itu hanya rambu-rambu soal yang akan keluar pada pelaksanaan UAS saja, yang terdiri dari ringkasan materi dari kelas 4-6," tegasnya.

Anak didik di Kota Cilegon berkewajiban memenuhi wajib belajar 12 tahun sesuai keinginan Pemerintah Kota Cilegon yang sudah memberikan dorongan dari sejumlah anggaran yang sudah digulirkan, seperti biaya sekolah gratis dari jenjang pendidikan SD sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP).


Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir