Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 370 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 472 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 376 | Komentar

Baca


Bangli Cikuasa Segera Dimusnahkan


CILEGON -
Bangunan Liar (Bangli) yang berada di Lingkungan Kramat Raya dan Cikuasa Pantai, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol akan segera dibongkar dan dimusnahkan untuk ditata oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Sebelumnya sekitar satu tahun lalu, Bangli yang terdiri dari bangunan semi permanen dan non permanen itu pernah dibongkar, namun ternyata dibangun kembali oleh pemiliknya. Pembongkaran rencananya akan dilakukan akhir Juli 2017.

Berdasarkan pantauan Banten Raya, Minggu (9/7), bangunan non-permanen dan semi permanen tampak kembali berdiri di sekitar Kramat Raya dan Cikuasa Pantai. Bangli di dua wilayah tersebut pada tahun lalu telah dirobohkan oleh Pemkot Cilegon.

Namun, beberapa bulan kemudian bangunan non-permanen dan semi permanen itu kembali berdiri di sekitar lintasan kereta api yang tanahnya dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pemilik bangunan non-permanen dan semi permanen tersebut selain digunakan untuk bermukim juga dilakukan untuk berusaha seperti warung makanan kecil dan usaha lainnya. Bahkan, saat arus mudik dan balik Lebaran beberapa waktu lalu, tampak banyak pengendara roda dua dan roda empat yang beristirahat di tempat tersebut.

Asisten Daerah (Asda) I Pemkot Cilegon Taufiqurrahman mengatakan, Bangli yang tahun lalu telah dibongkar dan kini berdiri lagi, rencananya akan kembali dibongkar pada akhir bulan ini. Dalam persiapan pembongkaran tersebut, pihaknya mengaku telah melakukan tindakan persuasif mengimbau pemilik bangunan untuk membongkar sendiri bangunan miliknya. "Kita lakukan cara persuasif, kelurahan sudah menyampaikan secara lisan. Kita juga siapkan suratnya," kata Taufiq kepada Banten Raya, kemarin.

Dijelaskan Taufiq, alasan pembongkaran tersebut lantaran pihaknya mengaku telah mendapatkan izin dari PT KAI untuk membangun ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan tersebut. Selain itu, pihaknya juga memenangkan banding atas gugatan kasus pembongkaran bangli yang dilakukan oleh Pemkot Cilegon. "Kita sudah menang banding. Rencananya minggu terakhir (Dibongkar -red), syukur-syukur membongkar sendiri," harapnya.

Sementara itu, salah satu warga Cikuasa Pantai, Ade Irawati menuturkan, dirinya terpaksi tinggal di tempat yang telah digusur lantaran tidak mempunyai tempat tinggal lain. Dirinya juga mendirikan bangunan non-permanen  juga untuk melakukan usaha. "Ya kita mendirikan tenda ini untuk jualan. Mau dimana lagi, orang usahanya disini (Cikuasa Pantai -red)," aku perempuan yang telah puluhan tahun tinggal di tempat tersebut.

Ade sendiri menyesalkan jika Pemkot Cilegon akan kembali membongkar bangunannya. Sebab, pada sidang gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Serang pihaknya sudah menang. "Kalau kami dibongkar lagi kami minta ganti rugi. Mau pindah kemana kita tidak punya biaya," jelasnya.

Usahanya dipinggir Jalan Raya Merak, tambah Ade, hanya cukup untuk makan dan biaya hidup sehari-hari. Sementara, penghasilanya hanya sekitar Rp 70 ribu per hari dari hasil jualan makanan kecil dan air mineral dipinggir jalan. "Kalau pas arus mudik kemarin sih lumayan banyak motor yang mampir kesini. Sehari bisa Rp 200 sampai Rp 300 ribu," ungkapnya.

Ade menegaskan, dirinya tinggal di bangunan non-permanen yang didirikannya hampir setahun. Pembongkaran rumah miliknya pada Agustur 2016 menyisakan kepedihan yang mendalam bagi Ade dan keluarganya karena harus tinggal di bangunan non-permanen. "Belum tahu mau kemana lagi, kalau kembali dibongkar," tegasnya pilu. (gillang)


Beri komentar


Security code
Refresh