Crime News

Sehari, 3 Motor Digasak Maling

News image

CILEGON - Kasus pencurian kendaraan bermotor atau Curanmor kembali marak ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 21 Juli 2017 | Klik: 370 | Komentar

Baca

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 472 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 376 | Komentar

Baca


Sempat Vakum, Bank Sampah Samangraya Diaktifkan


CITANGKIL
- Berdiri sejak 2015 Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Masyarakat (PSTBM) Samangraya yang sering disebut Bank Sampah Samangraya kembali diaktifkan. Diaktifkannya bank sampah tersebut untuk mengatasi sampah di Kelurahan Samangraya.

Koordinator Bank Sampah Samangraya Sofaedi mengatakan, untuk mengaktifkan kembali bank sampah itu terbilang tidak mudah. Kata dia, warga sekitar banyak yang mengeluh dengan bau sampah lantaran lokasi bank sampah cukup dekat dengan permukiman warga. “Tapi kami juga bilang ke warga sampah yang diangkut kesini juga nanti akan diangkut ke TPS (Tempat Pembuangan Sampah) Bagendung,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, tenaga untuk mengangkut sampah warga juga jauh dari kata cukup lantaran hanya ada lima orang untuk mengangkut sampah di enam RT di Kelurahan Samangraya. “Jadi uang yang terkumpul dari warga untuk ini sekitar Rp2 juta. Dipotong untuk bensin kendaraan untuk mengangkut sampah dan operasional lainnya kami hanya mendapat upah Rp150 ribu dalam satu bulan, makanya kami tetap bertahan lima orang dulu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi bangunan bank sampah yang hanya semi permanen dengan atap terpal juga membuat bau sampah menyebar. Karenanya, ia berharap ada pihak perusahaan ataupun pemerintah yang bisa memperhatikan bank sampah itu. “Paling tidak bangunan bank sampah bisa diperbaiki, syukur-syukur ada bantuan untuk memberi honor kami yang peduli akan kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Lurah Samangraya Tulus Dina Sasmita mengatakan, sempat ada penolakan dari warga saat pihaknya ingin mengaktifkan bank sampah. Namun, lantaran hal itu menjadi salah satu program yang harus dijalankannya ia tetap mencoba meyakinkan warga sekitar. “Saya meyakinkannya dengan menggandeng tokoh masyarakat sekitar, alhamdulillah masyarakat mau,” ungkapnya.

Kata Tulus, saat ini bank sampah Samangraya masih dalam tahap mengangkut sampah dan memisahkan sampah organik dengan anorganik. Jumlah sampah yang diangkut juga baru hanya sekitar enam RT atau sekira 250 Kepala Keluarga (KK). “Ke depan kami berencana untuk melebarkan bank sampah ini agar semua RT di Kelurahan Samangraya bisa diambil,” katanya.

Selain memisahkan sampah organik dan anorganik, Tulus juga berencana bakal membuat pupuk dari sampah organik yang dikumpulkan warga. “Termasuk nanti juga kami akan berlakukan warga menabung sampah-sampah anorganik seperti botol-botol plastik dan sampah lainnya,” tuturnya.

Sejauh ini, lanjut Tulus, ia melihat bank sampah 43 kelurahan di Cilegon terbilang tidak begitu aktif. Menurutnya, di Cilegon hanya ada sekitar enam bank sampah yang masih terbilang aktif dan sisanya memerlukan perhatian pemerintah. “Jika semua bank sampah di setiap kelurahan aktif saya kira permasalahan sampah pasti bisa diatasi, karenanya kalau bisa Pemkot bisa memberi perhatian pada mereka,” pungkasnya. (rbnn)


Beri komentar


Security code
Refresh