Crime News

Ayah Hamili Anak Kandung

News image

TANGSEL - Entah setan apa yang merasuki otak NS (44). ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 19 Juli 2017 | Klik: 53 | Komentar

Baca

Pulang Apel Dikeroyok, 1 Tewas

News image

SERANG – Sufroni (42), warga Kampung Kebon Kelapa, Rt.04/04, Desa ...

Hukum & Kriminal | Jumat, 7 Juli 2017 | Klik: 87 | Komentar

Baca

Empat Pemeras Ngaku Polisi

News image

SERANG – Mengaku sebagai anggota polisi Polda Banten,  empat pemuda ...

Hukum & Kriminal | Rabu, 29 Maret 2017 | Klik: 984 | Komentar

Baca


Menyeberangi Selat Sunda Sambil Membaca


MERAK
- Pustaka Bergerak Indonesia bekerjasama dengan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry menyediakan perpustakaan di atas kapal motor penumpang (KMP) Portlink. Antusiasme penumpang cukup tinggi.

Menyeberangi Selat Sunda selama dua jam, kini tidak membosankan lagi. Pasalnya, ada salah satu kapal di lintasan Merak-Bakauheni yang menyediakan buku sebagai bahan bacaan dan ruangannya yang nyaman. Satu-satunya kapal tersebut adalah KMP Portlink milik PT ASDP Indonesia Ferry. Kapal tersebut menyediakan buku bacaan gratis bagi penumpang KMP Portlink.

Perpustakaan diatas kapal tersebut digagas oleh salah satu karyawan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak yaitu Radmiadi. Radmiadi sendiri merupakan sosok yang aktif dalam gerakan sosial perahu pustaka, yaitu gerakan sosial yang memberikan buku bacaan gratis kepada penduduk di sekitar Provinsi Banten dan Lampung.

Radmiadi mengatakan, dirinya mempunyai ide penyediaan perpustakaan di kapal lantaran selama ini fasilitas di kapal belum ada perpustakaan. Padahal, penumpang kapal biasanya saat menyeberang dari Merak-Bakauheni atau sebaliknya jenuh di atas kapal tanpa aktifitas positif. “Kita sediakan bahan bacaan gratis bagi penumpang, biar gak jenuh di atas kapal,” kata Kepala SAR PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak ini.

Gerakan sosial yang dilakukan pihaknya bukan secara tiba-tiba. Sebelum menggagas perpustakaan di atas kapal roro, dirinya juga memunyai komunitas perahu pustaka yang telah dibentuknya beberapa tahun lalu.

“Kita komunitas perahu pustaka setiap akhir pekan keliling ke desa-desa di pesisir Lampung sama Banten membawa buku bacaan bagi anak-anak dan warga agar bisa membaca gratis. Terutama bagi mereka yang sulit mengakses media elektronik seperti televisi dan telepon genggam,” tuturnya kepada Banten Raya.

Menurut Radmiadi, kegiatan komunitas perahu pustakan ini memberikan bahan bacaan kepada masyarakat berupa buku yang didapat dari donasi masyarakat. Dirinya juga menerima donasi buku setiap saat dari siapapun. “Buku apa saja kita terima, tentunya yang baik. Seperti dongeng untuk anak-anak, buku ilmu pengetahuan, buku tentang agama, dan lainnya,” akunya.

Kata Radmiadi, dalam perpustakaan di KMP Portlink, baru tersedia sekitar seratus buah buku. Dirinya terus membuka donasi buku, karena rencana ke depan semua kapal di lintasan Merak-Bakauheni disediakan perpustakaan. “Kita bertahap, dalam waktu dekat ini kapal milik ASDP dulu. Kan ada delapan, saat ini baru satu yang ada perpusakaannya, nanti tujuh kapal lagi sebelum semua kapal ada 50 lebih kita sediakan perpustakaan,” terangnya.

Ia mengatakan, perpustakaan di kapal dianggapnya sangat membantu kejenuhan penumpang. Selain itu, anak-anak yang menumpang kapal biasanya berlarian di deck penumpang saat ini disarankan pramugari kapal untuk membaca buku bacaan. “Kita ada pramugari di kapal yang mengarahkan anak-anak untuk membaca. Lagian kalau anak-anak di kapal kan membahayakan takutnya ada yang keluar main-main di sisi kapal itu sangat berbahaya. Jadi lebih baik menyeberangi Selat Sunda dengan membaca,” ucapnya.

Pramugari Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry, Nilawati mengaku senang bisa membantu penumpang untuk menambah ilmu secara gratis di kapal dengan bahan bacaan. Dirinya juga mengajak penumpang anak-anak yang naik KMP Portlink untuk membaca buku secara gratis. “Antusiasme penumpang cukup tinggi. Perpustakaan di kapal Portlink ini baru sejak arus balik Lebaran 2017, kami berharap nantinya banyak kapal yang menyediakan ruang membaca,” harapnya. (AINUL GILLANG)



Beri komentar


Security code
Refresh

Komentar Terakhir